Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WNI Tewas di Kamboja, Istri di Binjai Minta Bantu Pemulangan Jenazah

WNI Tewas di Kamboja, Istri di Binjai Minta Bantu Pemulangan Jenazah
Kiki, yang menceritakan nasib suami yang meninggal di Kamboja (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Intinya Sih
  • Rasdy Fauzi, warga Binjai yang bekerja di Kamboja karena desakan ekonomi, ditemukan meninggal dunia di kosannya di Poipet setelah sempat kehilangan anak dan berjuang mencari nafkah.
  • Kiki Tresia, istrinya, mengungkap suaminya memiliki riwayat sakit lambung dan stres akibat kondisi kerja serta janji bonus yang tak ditepati hingga akhirnya diduga terkena serangan jantung.
  • Keluarga berharap pemerintah Indonesia dan KBRI Kamboja segera membantu pemulangan jenazah Rasdy ke Tanah Air karena hingga kini belum ada kepastian dari pihak terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Binjai, IDN Times - Perjalanan Rasdy Fauzi (39), mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecilnya harus berakhir di Poipet, Kamboja. Pria asal Jalan Nanas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatra Utara, dikabarkan meninggal dunia dalam kos-kosan di negeri seribu pagoda, Minggu 3 Mei 2026. 

"Sebelum memutuskan berangkat ke Kamboja. Dulu suami saya bekerja sebagai sales, sayang kontraknya habis pada 2025 lalu. Kalau mau masuk kerja lagi, kontraknya baru dapat diperpanjang tahun ini. Karena empat bulan nganggur, akhirnya dia memutuskan berangkat ke Kamboja," kata Kiki Tresia, dengan nada lirih saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/5/2026). 

1. Usai ditinggal anak, suami menyusul menghadap sang maha kuasa 

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Mendapat kabar suami meninggal dunia di Kamboja. Membuat hatinya terpukul. Sebab, sebelumnya anak semata wayang hasil pernikahan mereka telah terlebih dahulu dipanggil Sang Pencipta. “Gak tahu harus bilang apa. Baru kehilangan anak, ini sudah harus ditinggal suami lagi,” jelas Kiki dengan nada terbata.

“Sebelum berangkat, dia sempat cerita kalau kata kawannya gaji nggak terlalu besar. Tapi, setidaknya ada. Memang kerjanya scam dan suami saya mau karena himpitan ekonomi dan susahnya lapangan pekerjaan di Binjai,”  kenang wanita ini dengan mata berkaca-kaca. 

Sesuai pembicaraan dengan temannya ditelepon, jelas dia, segala urusan mulai dari paspor hingga persiapan lain akan dipersiapkan oleh agensi (agen). Dalam waktu dua minggu saja, semua persiapan sudah diselesaikan oleh agen. Rasdy berangkat ke Kamboja bulan Februari 2025.

“Saya gak tahu agennya orang mana, karena suami saya hanya berkomunikasi dengan agen melalui selular, cuma dua minggu menunggu langsung berangkat suami saya ke kamboja,” jelas Kiki. 

2. Suami memiliki riwayat penyakit lambung dan kerap mengkonsumsi kopi 

KBRI Phnom Penh Terus Tingkatkan Penanganan WNI di Kamboja.
KBRI Phnom Penh Terus Tingkatkan Penanganan WNI di Kamboja. (Dok. Kemlu)

Meski agak berat dan dapat tentangan dari keluarga besar untuk melepas sang suami, namun Kiki harus ikhlas melepas kepergian suami untuk mencari nafkah. “Padahal baru dua hari lalu sebelum dikabarkan meninggal dia (suami) sempat berkomunikasi melalui dengan saya. Suami saya mengabarkan jika di Kamboja, ada razia besar-besaran. Paspor mereka pekerja scam dibagikan oleh perusahaan,” terang Kiki. 

Saat itulah, Kiki coba membujuk suami untuk pulang karena kondisi yang sangat kisruh di Kamboja. Namun, suaminya memutuskan untuk tetap tinggal sembari menunggu bonus yang dijanjikan. Sayang, bonus yang diharapkan tidak kunjung datang karena dibawa kabur oleh agen.   

“Kata kawannya di sana, kondisi ini membuat suami saya stres dan tidak mau makan. Kondisi ini pula yang membuat kesehatannya menurun dan memang selama ini suami saya suka minum kopi instan atau botol cukup kuat. Karena gak makan, mungkin sakit asam lambung kumat dan naik ke jantung. Saya dapat foto terakhir suami saya badannya biru. Katanya kalau biru itu kena serangan jantung mendadak," papar Kiki. 

Terakhir dia juga sempat Video Call (VC) hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia. “Suami bilang dia baru pangkas. "Saya bilang, apa yang bisa kita jual, kita jual untuk beli tiket. Kalau visanya mati dan kena denda, kita bayar. Karena memang belakangan dia sakit pada bagian kakinya, tiba-tiba keram gak bisa jalan," kenang Kiki. 

3. Berharap peran aktif pemerintah untuk memulangkan jasad suami dari Kamboja 

-
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Rekan suaminya yang masih berada di Kamboja, menurut Kiki, sudah lari ke KBRI dikarenakan visa mereka sudah berakhir dan kini masih berharap perlindungan pemerintah Indonesia. "Info terakhir kawan-kawan suami saya yang visanya juga sudah berakhir, lari ke KBRI. Sedangkan hari ini, sudah hari ketiga jasad suami saya ditinggal di kos-kosan di Poipet, Kamboja," ucap Kiki. 

Ia selaku istri dan keluarga besar sudah berulang kali berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Sayang, komunikasi belum membuahkan hasil maksimal atau memberi keputusan yang pasti. Sebab, hingga kini jasad Rasdy belum dipastikan bisa dibawa pulang.

"Kami terus menghubungi pihak KBRI, cuma mereka bilang nanti tunggu polisi. Dan teman suami saya yang sudah di KBRI sempat minta surat kematian, katanya ada yayasan yang mau urus. Tapi ya gitulah kata KBRI ke polisi, macam di bola-bola (dioper) gitu. Terakhir semalam, Senin tanggal Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, masih komunikasi sama KBRI. Cuma sampai hari ini mereka sudah enggak ada kasih kabar lagi," kata Kiki. 

"Harapan saya kepada pemerintah terkhusus kepada Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, agar dapat membantu memulangkan jenazah suami saya di Kamboja. Karena kalau kami mau ziarah ke makamnya, kami tau letaknya di mana," jelas Kiki, sembari menahan tangis. 

Menurut Kiki, sampai saat ini ia sudah berulang kali mengirimkan pesan via WhatsApp ke KBRI, tapi sudah tidak dibalas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More