Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pedagang Sayur Merugi Rp45 Juta, Tabungan Ludes Dicuri Sejoli

Pedagang Sayur Merugi Rp45 Juta, Tabungan Ludes Dicuri Sejoli
Rekaman CCTV yang menunjukkan sejoli kuras uang korbannya lewat ATM (dok.Polsek Medan Kota)
Intinya Sih
  • Pedagang sayur bernama Renawati kehilangan tas berisi ATM dan catatan PIN saat beristirahat di pasar, yang kemudian dicuri oleh sejoli rekan sesama pedagang.
  • Setelah mengecek ke bank, Renawati mendapati tabungannya senilai Rp45 juta telah habis ditarik dua kali menggunakan ATM yang dicuri tersebut.
  • Kedua pelaku, Nova Kristiani dan Samro Lumbanbatu, ditangkap polisi setelah diketahui memakai uang curian untuk membayar utang dan bersenang-senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Pedagang sayur bernama Renawati Br Hutajulu (60 tahun) mengalami musibah. Tabungannya senilai puluhan juta di rekening ludes usai dikuras sejoli yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, Selasa (5/5/2026).

Pelaku adalah orang yang dikenal baik oleh Renawati. Ia merupakan rekan sesama pedagangnya di Pusat Pasar tradisional Kota Medan.

1. Tas pedagang sayur berisi ATM dicuri oleh pedagang lainnya saat istirahat

-
Sejoli pelaku pencurian uang pedagang sayur (dok.Polsek Medan Kota)

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, membenarkan insiden itu. Kedua pelaku yang merupakan sejoli bernama Nova Kristiani (33 tahun) dan Samro Lumbanbatu (35 tahun) telah diciduk pihaknya.

"Pada hari Kamis tanggal 23 April 2026 terjadi tindak pidana pencurian berupa satu tas yang berisikan ATM. Mulanya korban menyimpan tas sandangnya yang berisikan ATM tersebut di dalam lemari meja dagangannya, seperti biasa. Lalu korban istirahat tidak jauh dari TKP tersebut. Namun keesokan harinya ketika hendak mengambil ATM dalam tas tersebut, korban membuka lemari mejanya lalu melihat tasnya sudah hilang," terang Poltak, Selasa (5/5/2026).

Korban syok mendapati kedainya dibobol dan tasnya dicuri. Terlebih di dalam tas sandang tersebut ada secarik kertas yang berisikan tulisan pin ATM. Sebab korban yang umurnya sudah tua kerap lupa pin ATM sendiri.

"Di tasnya yang hilang itu kan ada KTP dan ada kertas ditulis pin. Karena umur korban 60 tahun, sering lupa," lanjutnya.

2. Uang tabungan korban senilai Rp45 juta raib dikuras pelaku lewat ATM

-
Rekaman CCTV yang menunjukkan sejoli kuras uang korbannya lewat ATM (dok.Polsek Medan Kota)

Diliputi rasa panik, lansia pedagang sayur bernama Renawati itu tergesa-gesa menuju bank. Namun nahas, ia mengetahui seluruh isi tabungannya sudah ludes.

"Korban mengecek ke kantor bank BRI dan dari pihak bank menyatakan bahwa uang korban sudah diambil dengan menggunakan ATM yang hilang tersebut. Atas kejadian ini korban merasa keberatan kemudian membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Kota," beber Poltak.

Ia menambahkan bahwa uang milik Renawati yang hilang berjumlah cukup banyak. Bahkan total mencapai puluhan juta Rupiah.

"Uang yang hilang senilai Rp45 juta. Pelaku menarik uangnya dari kartu ATM korban secara dua kali pengambilan," tutur Kanit Reskrim Polsek Medan Kota.

3. Uang hasil curian digunakan pelaku untuk bayar utang

Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda, salah satunya saat pelaku berada di pasar tradisional. Dari pengakuan mereka, polisi mendapati fakta bahwa keduanya memiliki hubungan asmara.

"Yang mengambil tas korban si perempuan. Lalu ditemani pacarnya mereka menuju ATM untuk menarik uang. Sebanyak Rp20 juta digunakan pelaku untuk membayar utangnya, sementara sisanya untuk foya-foya," jelas Poltak.

Sementara si lelaki pacar pelaku diberi uang sebesar Rp2 juta. Ia mengaku tidak tahu bahwa uang yang diberi merupakan hasil curian.

"Kita tanya laki-laki itu, dia dapat bagian juga. Habis untuk makan, minum, bayar kos lah.

Atas kejadian ini, keduanya dijerat pasal 477 UU No.1 Tahun 2023," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More