Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fakta Tersembunyi Vape Mengandung Narkoba yang Beredar di Medan

Fakta Tersembunyi Vape Mengandung Narkoba yang Beredar di Medan
Vape mengandung narkoba disimpan di dalam apartemen Medan (dok.Polrestabes Medan)
Intinya Sih
  • Polisi Medan mengungkap peredaran pod vaping liquid mengandung narkoba seperti etomidate dan ketamine yang dikategorikan sebagai narkotika golongan dua dan dilarang beredar di Indonesia.
  • Liquid vape bermerek Ice Blue, Ferrari, dan Lamborghini 88 menimbulkan efek relaksasi otot, kecanduan, serta kerusakan organ paru-paru dan otot bagi penggunanya, terutama kalangan muda.
  • Jaringan internasional memasok ribuan pod vaping liquid melalui pelabuhan kecil di Sumatera Utara, dengan para kurir mendapat upah besar hingga ratusan ribu rupiah per transaksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Narkotika jenis baru yang dipakai melalui alat vape semakin sering diungkap. Hal ini disebut-sebut menjadi tren buruk yang digandrungi kawula muda. Bahkan publik figur di Kota Medan terjerat perkara yang sama, karena terbukti memiliki pod vaping liquid mengandung narkoba yang bisa meningkatkan kepercayaan diri usai mengonsumsinya.

Baru-baru ini, polisi juga menggerebek dua kamar apartemen yang disulap menjadi gudang penyimpanan vape mengandung narkoba. Tak main-main, sejak Januari 2026 para pelaku memasok dan menyebarluaskannya di Kota Medan.

Begitu pula dengan 1.500 paket pod vaping liquid narkoba jaringan internasional yang disimpan di bawah rumah warga Tanjung Balai.

1. Vape liquid narkoba mengandung zat etomidate dan ketamine

IMG_20260311_194514.jpg
Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan bahwa pihaknya akhir-akhir ini sering menemukan peredaran narkoba lewat pod vaping liquid. Ia sendiri dengan tegas menyatakan bahwa barang tersebut secara resmi dilarang beredar.

"Vape mengandung narkoba ini sudah dikategorikan golongan dua berdasarkan Permenkes nomor 15 tahun 2025. Jadi sudah ada aturannya. Oleh karena itu kita terus glorifikasi penindakannya di lapangan," kata Rafli.

Bukan hanya satu, ada banyak sekali jenis liquid mengandung narkoba. Salah satu yang pernah mereka temukan adalah Ice Blue. Seperti namanya, liquid ini dibungkus plastik berwarna biru mirip seperti bungkus permen.

"Bahwa kandungan yang ada di dalam vape ini, salah satunya yang jenis Ice Blue, memiliki kandungan etomidate dan ketamine," lanjutnya.

2. Kandungan narkoba di liquid vape dapat menimbulkan relaksasi otot dan kecanduan

IMG_20260311_194532.jpg
Dokumentasi saat penggerebekan di kediaman DJ Ka (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Ice Blue, Ferrari, Lamborghini 88, adalah merek vape mengandung narkoba yang beredar di Sumut. Meskipun berbeda, semuanya memiliki dampak yang sama.

"Mungkin secara kemasan, sudah jelas memiliki warna berbeda. Namun, dampaknya sama karena menimbulkan seperti anestesi. Kami sharing dengan para ahli, bahwasanya itu bisa menimbulkan relaksasi otot dan kecanduan," jelas Rafli.

Ia menambahkan bahwa vape mengandung narkotika ini adalah yang paling digemari anak muda sekarang. Seolah-olah kini menjadi tren tanpa dicurigai dan hanya dianggap menghirup liquid biasa.

"Begitu menggiurkannya barang haram ini, mungkin dulu yang tren happy water. Sekarang transformasi happy water berubah, menjadi vape ini," bebernya.

3. Vape mengandung narkoba lebih cepat merusak organ otot dan paru-paru bagi para penggunanya

IMG_20260505_165957.jpg
Vape mengandung narkoba disimpan di dalam apartemen Medan (dok.Polrestabes Medan)

Kandungan etomidate yang tergolong zat psikoaktif baru (NPS) ini diekstrak menjadi sebuah cairan lalu dikemas. Selain menimbulkan relaksasi otot dan kecanduan, ada efek samping lain bagi para penggunanya.

"Menurut kadarnya bisa lebih cepat merusak organ otot dan paru-paru bagi para penggunanya. Oleh karena itu, dalam mengungkap kasus ini pun memang tidak mudah dan prosesnya panjang," sebut Rafli.

Beberapa kali vaping liquid dipakai pula untuk meningkatkan kepercayaan diri. Seperti kasus yang menimpa Selebgram Medan bernama DJ Ka, sebelum show sebagai DJ, ia mengonsumsi vape ini lebih dulu.

"Motif menggunakan narkotika dalam pod vaping liquid merk Lamborghini 88 adalah untuk menambah kepercayaan diri beliau dan menjaga semangat DJ agar tetap aktif," ungkapnya.

4. Pengedarnya mendapat upah cukup besar

IMG_20260212_171058.jpg
Tangan para tersangka diborgol di Polrestabes Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Berdasarkan pendalaman yang diungkapkan Satres Narkoba Polrestabes Medan, para pengedar atau kurir pod vaping liquid mendapat upah yang besar. Bahkan disebutnya sekali pembelian dapat untung Rp500 ribu.

"Jadi kalau pesan 1 bungkusnya harga pasarnya bisa Rp2,2 juta sampai Rp2,5 juta persatu bungkus. Begitu menggiurkannya dan setiap satu pembelian ini si kurir diberikan upah minimal Rp500 ribu," tutur Rafli.

Dalam menjalankan sejumlah pengungkapan, Rafli mengaku beberapa kali dikelabui para pengedar. Mereka menyimpannya di beberapa tempat yang berbeda.

"Kami sempat dikelabui pemilik gudang yang mengisyaratkan bahwa di apartemen clear, bersih. Jadi disebut barang itu boleh transaksi hanya di luar menggunakan ojol dan aplikasi online, dikemas, lalu dikirim. Para pelaku ternyata menyewa 2 kamar apartemen seolah-olah orang tidak curiga. Dari apartemen inilah barang dikirim ke pelosok Sumatera Utara," kata Kasat Narkoba Polrestabes Medan.

5. Pod vaping liquid dipasok dari luar negara dan masuk melalui pelabuhan-pelabuhan kecil

IMG-20260420-WA0094.jpg
Penangkapan pengedar vape yang menyimpan narkotika di bawah rumah nelayan Tanjung Balai (dok.Polrestabes Medan)

Lebih rinci Rafli menceritakan bahwa pod vaping liquid dipasok melalui jaringan internasional. Mereka masuk ke Indonesia banyak melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.

"1.500 paket pod vaping liquid narkoba kami tangkap di area Tanjung Balai langsung. Ternyata barang dipasok melalui pelabuhan-pelabuhan kecil atau pelabuhan rakyat yang notabenenya hanya untuk mencari ikan. Yang biasanya pelabuhan itu untuk akses warga nelayan setempat, ternyata disalahgunakan," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More