Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ratapan Keluarga Pekerja Migran G to G Medan yang Meninggal di Korea

IMG_20260130_113540.jpg
Tetty memegang foto anaknya bernama Reza Simamora (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Duka masih menggumpal di sudut hati keluarga almarhum Reza Valentino Simamora, pekerja migran program Government to Government (G to G) yang meninggal di kapal Korea Selatan. Jasad pria berusia 21 tahun itu sudah lama dikuburkan, namun hingga kini status kematiannya tidak jelas. Bahkan dari surat kematian KBRI Seoul yang diterima keluarga, Reza meninggal tertulis tanpa sebab.

Namun keluarga mendapat fakta lain dari teman-teman yang bekerja sebagai Awak Kapal Perikanan (AKP) berbendera Korea Selatan itu. Reza meninggal dunia alih-alih karena kecelakaan kerja. Ia terlilit tali sling kapal sehingga terjatuh ke laut. Hal ini disebut keluarga sesuai dengan kondisi jasad Reza yang terdapat jahitan lebar di bagian atas dadanya.

1. Sebelum jadi Awak Kapal Perikanan Korea Selatan, Reza menuntut ilmu di Lembaga Pelatihan Kerja

IMG_20260130_114006.jpg
Foto Reza semasa bekerja sebagai PMI di kapal Korea (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Tetty Herawati Napitupulu selaku ibu kandung Reza menceritakan kepada IDN Times awal mula anaknya itu berkarier. Sebelum menjadi pekerja Awak Kapal Perikanan Korea Selatan, Reza lebih dulu menuntut ilmu di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Karanganyar.

"Anak saya ini berangkatnya pada Maret tahun 2025 ya. Dia berangkat resmi melalui program G To G yang dinaungi KP2MI. Sebelum anak saya ini berangkat ke Korea, dia harus pandai berbahasa Korea. Dia berbahasa Korea-nya itu di LPK SKM yang berada di Karanganyar. Sebelum jadi PMI di bagian perikanan, dia melewati berbagai tahap dan selesai semua. Barulah berangkat dia bekerja di kapal penangkap ikan Garamho yang berada di Korea Selatan," kata Tetty saat ditemui IDN Times di kediamannya, Jumat (30/1/2026).

Setengah tahun bekerja, kabar mengejutkan tiba-tiba datang. Tetty ditelepon oleh teman-teman Reza bahwa anaknya itu meninggal dunia.

"Nah, setelah itu anak saya dipulangkanlah dari Korea ke Jakarta, diinapkan semalaman dulu, takut ada bawa virus. Diinapkan anak saya di bandara. Setelah dari bandara Jakarta, dibawa jenazahnya ke Kualanamu. Kita memang didampingi sama pemerintah yang mengurus pemberdayaan untuk pulang. Dan sampailah di rumah jenazah itu," lanjut Tetty.

2. Keluarga dapat informasi anaknya meninggal akibat kecelakaan kerja, namun surat kematian menyebut mati tanpa sebab

IMG_20260130_111559.jpg
Foto Reza semasa bekerja sebagai PMI di kapal Korea (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Sejumlah hal disesalkan oleh Tetty soal kematian anaknya. Salah satunya ialah penyebab kematian almarhum Reza saat di Korea.

"Pihak KBRI tak langsung menelepon kita. Yang mengabari pertama adalah teman kerjanya. Teman-temannya bilang anak saya alami kecelakaan kerja. Terputus lah tali sling kapal lalu anak saya ini jatuh ke laut. Jadi, sampai beberapa hari anak saya ini belum ditemukan. 4 hari berikutnya baru jasadnya ketemu," beber Tetty.

Meski teman-temannya mengatakan Reza meninggal karena kecelakaan kerja, namun Tetty mengatakan hal tersebut tak tertulis di surat kematian. Alih-alih Reza meninggal dunia tertulis tanpa sebab.

"Yang kami kesalkan di surat kematian yang dari KBRI Seoul, itu mati tanpa sebab. Sudah jelas-jelas temannya bilang karena terputus tali sling, kecelakaan kerja," rincinya.

3. Di bagian atas dada terdapat jahitan lebar

IMG_20260130_113540.jpg
Tetty memegang foto anaknya bernama Reza Simamora (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Isak tangis mengiringi prosesi pemakaman almarhum Reza. Tetty mengatakan di tubuh Reza ditemukan bekas jahitan.

"Kalau luka di atas dada sudah dijahit. Itu diduga terkena tali sling. Sebelum jenazah sampai ke sini, mereka (KP2MI) sudah jelaskan, 'di sini (atas dada) almarhum ada luka. Jangan keluarga pikir itu ada penjualan organ tubuh'," imbuhnya.

Reza dikenal sebagai pribadi yang aktif. Ia merupakan anak pertama harapan keluarga.

"Si Reza ini Anak pertama. Kalau sehari-harinya baik anak ini, adiknya ada 2. Selama ini dia berangkat ke Korea untuk membantu keluarga kami," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Antisipasi Lonjakan Pasien, Sumut Geber Layanan Kesehatan Regional

30 Jan 2026, 18:13 WIBNews