Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peringati Hari Mangrove, Pertamina EP Pangkalan Susu Tanam 2.500 Bibit Mangrove
Peringati Hari Mangrove se-Dunia, Pertamina EP Pangkalan Susu Tanam 2.500 Bibit Bakau (Dok. PEP Pangkalan Susu)
  • Pertamina EP Pangkalan Susu Field menanam 2.500 bibit mangrove Rhizophora di Desa Pasar Rawa, Langkat, dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia bersama siswa, kelompok tani hutan, dan KPH.
  • Penanaman mendukung kawasan edukasi dan ekowisata mangrove yang berfungsi melindungi pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta menjadi habitat ikan, kepiting, dan udang.
  • Program ini merupakan bagian tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina EP serta kolaborasi masyarakat; sebelumnya 5.800 pohon telah ditanam untuk menopang ekonomi nelayan dan pariwisata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langkat, IDN Times - Memperingati Hari Mangrove se-Dunia, Pertamina EP Pangkalan Susu Field menanam 2.500 bibit pohon bakau (Rhizophora) di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Minggu (26/7). Kegiatan ini diikuti puluhan siswa Sekolah Dasar (SD), anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Penghijauan Maju Bersama dan perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah 1 Stabat.

Edu dan eko wisata mangrove di Pasar Rawa ini juga menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa, peneliti, dan organisasi lingkungan untuk belajar mengenai mangrove yang melindungi pesisir.

Ketua KTH Penghijauan Maju Bersama, Kasto Wahyudi mengatakan sangat mengapresiasi Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field yang memberikan dukungan dan kontribusi untuk memperkuat kawasan pesisir Pasar Rawa. Pananaman mangrove ini menjadi pelindungan dari ancaman abrasi, meningkatkan keanekaragaman hayati dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan memperingati Hari Mangrove se-Dunia ini dapat berjalan rutin dan terus bersinergi dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan Kawasan Edu dan Eko wisata ini untuk lebih maju," ujarnya.

Ia menambahkan, ekosistem mangrove memiliki fungsi krusial antara lain melindungi kawasan daratan pantai dari hantaman gelombang besar. Selain itu, dapat menjadi habitat alami tempat berkembang biak komoditas pesisir seperti ikan, kepiting dan udang yang menompang ekonomi masyarakat lokal. Sebanyak 5.800 pohon juga telah ditanam pada tahun sebelumnya.

Field Manager PEP Pangkalan Susu, Edwin Susanto yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa rehabilitasi ekosistem mangrove tak hanya menyelamatkan ekologi tetapi juga menopang ekonomi masyarakat pesisir. Mangrove yang lestari akan memberikan tangkapan melimpah bagi nelayan dan menghidupkan pariwisata.

"Mangrove sangat penting untuk ekologi dan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan bentuk sinergi perusahaan dengan masyarakat. Lewat kolaborasi dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ini bisa mendukung kelancaran operasi hulu migas yang selamat, andal, patuh dan ramah lingkungan

"Penanaman 2.500 bibit mangrove ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi gerakan bersama untuk menjaga kelestarian pesisir bagi generasi mendatang," katanya.

PEP Pangkalan Susu Field berharap penanaman mangrove bisa memantik kesadaran kolektif yang berkelanjutan. Sehingga, gerakan menjaga, merawat dan menanam mangrove bisa menjadi gaya hidup masyarakat demi mewariskan lingkungan untuk generasi masa depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article