ilustrasi UMKM (pexels.com/roni onie)
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut yang disampaikan Bobby, terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di Sumatra Utara. Rasio kewirausahaan daerah disebut mencapai 4,1 persen, sedangkan 98,9 persen UMKM di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil.
Bobby mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah, terutama karena jumlah angkatan kerja Sumut mencapai lebih dari 8 juta orang. Ia menyebut sekitar 5 persen angkatan kerja belum masuk dunia kerja atau usaha.
"Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dan dari jumlah itu sekitar 5 persen belum masuk dunia kerja atau usaha. Dan ini PR (pekerjaan rumah) kami. Makanya dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama," katanya.
Untuk memperluas akses pembiayaan, Bobby mengatakan Pemprov Sumut akan mengucurkan bantuan usaha Rp50 miliar pada tahun depan. Sebelumnya, Bank Sumut juga disebut telah menyalurkan bantuan usaha dengan bunga yang ringan.
"Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM," jelasnya.