Pemprov Sumut Dorong ASN Lebih Profesional, Ini Strateginya

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim terus mempercepat penguatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Itu dilakukan melalui pendekatan digitalisasi dan penguatan assessment centre.
Langkah ini diarahkan untuk membangun birokrasi yang lebih profesional sekaligus memastikan pengisian jabatan strategis berbasis kompetensi.
1. Assessment Centre jadi instrumen utama pengembangan ASN

Pemprov Sumut menjadikan assessment centre sebagai fondasi dalam memetakan kemampuan ASN. Melalui mekanisme ini, pemerintah berupaya mengidentifikasi talenta terbaik yang dinilai layak mengisi posisi-posisi penting dalam birokrasi.
Selain itu, pendekatan ini juga terintegrasi dengan berbagai program seperti sistem merit, manajemen talenta, hingga peningkatan profesionalisme ASN. “Tujuan kita untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik secara administrasi dan mentransformasi manajemen kepegawaian lebih efektif, akuntabel, dan juga objektif,” kata Muhammad Taufik dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).
2. Baru 2.268 ASN ikuti penilaian kompetensi

Hingga 8 April 2026, tercatat sebanyak 2.268 ASN di lingkungan Pemprov Sumut telah mengikuti Penilaian Kompetensi (Penkom) dari total 35.838 ASN yang ada. Angka ini menunjukkan proses penguatan kapasitas masih berjalan bertahap.
Di sisi lain, masih terdapat 5.313 ASN yang belum mengikuti Penkom, serta 28.257 ASN dari kalangan guru, tenaga kesehatan, dan PPPK yang juga menjadi bagian dari target pengembangan ke depan. Pemprov menilai proses ini membutuhkan waktu karena cakupan ASN yang cukup besar.
3. Penilaian dilakukan bertahap targetkan semua ASN terlibat

Pemprov Sumut memastikan pelaksanaan Penkom akan dilakukan secara bertahap, termasuk untuk jabatan fungsional, guru, serta PPPK dan PPPK paruh waktu yang dijadwalkan pada tahap berikutnya.
“Khusus untuk jabatan fungsional, guru, dan PPPK/PPPK paruh waktu akan dialokasikan pelaksanaan Penkom pada tahun selanjutnya. Saat ini, dari total 27.572 ASN yang menjadi sasaran, sekitar 993 ASN sedang mengikuti proses tersebut,” kata Taufik.


















