Bus Rombongan Anak SMP Terjun ke dalam Jurang 15 Meter, 50 Luka-luka

- Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan siswa SMP dari Batu Bara terjun ke jurang sedalam 15 meter di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba.
- Sebanyak 50 penumpang, termasuk sopir dan kenek, mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Porsea serta Parapat untuk mendapatkan perawatan medis.
- Polisi telah mengamankan sopir dan kenek bus untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan yang terjadi saat rombongan menuju Panti Asuhan HKBP.
Toba, IDN Times - Insiden tragis terjadi di Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba. Bus yang mengangkut rombongan anak-anak sekolah menengah terperosok ke dalam jurang 15 meter.
Bus berwarna putih-kuning yang hendak menuju panti asuhan HKBP itu hilang kendali saat melewati tikungan. Akibat insiden ini, puluhan anak-anak SMP mengalami luka-luka dan bus rusak cukup parah.
1. Bus bawa anak-anak SMP terjun ke dalam jurang 15 meter

Kasat Lantas Polres Toba Iptu Janitra Giri Satya membenarkan insiden itu. Ia mengatakan bahwa kecelakaan terjadi pada Jumat (1/5/2026) pukul 09.30 WIB
"Benar, bus pariwisata dengan Nomor Pol AA 1788 QE, yang membawa rombongan dari Batu Bara, mengalami kecelakaan masuk ke dalam jurang di Jalan Lintas Sumatra. Tepatnya di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba," kata Janitra, Sabtu (2/5/2026).
Ia merincikan bahwa Bus Pariwisata yang dikemudikan oleh Lastua Gultom membawa 58 penumpang datang dari arah Parapat menuju Laguboti. Di tempat kejadian, sopir kehilangan kendali karena jalanan menikung.
"Bus hilang kendali di tikungan Desa Jangga Dolok Kecamatan Lumbanjulu. Akhirnya bus terjun bebas ke dalam jurang sedalam 15 meter," lanjutnya.
2. 50 penumpang luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Umum Prapat dan Porsea

Akibat insiden ini, para pelajar yang berada di dalam bus mengalami luka-luka. Janitra menjelaskan bahwa tak ada korban yang meninggal dunia.
"Akibatnya 50 penumpang yang ada di dalamnya mengalami luka ringan termasuk sopir dan kenek bus. Sementara 8 penumpang lainnya tidak mengalami luka," jelas Janitra.
50 penumpang luka-luka yang mayoritas merupakan anak SMP itu segera mendapatkan pertolongan medis. Janitra menjelaskan bahwa mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Porsea dan Parapat
"Ada 7 penumpang mengalami luka ringan yang dibawa ke Rumah Sakit Umum Parapat. Sementara 43 penumpang lainnya yang mengalami luka ringan dibawa ke Rumah Sakit Umum Porsea," bebernya.
3. Polisi amankan sopir dan kenek bus pariwisata

Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, menambahkan bahwa rombongan bus itu membawa anak-anak sekolah yang hendak berkunjung ke Panti Asuhan. Padahal tak lama lagi mereka sampai di Panti Asuhan HKBP, namun di perjalanan mereka mengalami kecelakaan.
"Anak-anak sekolah ini mau mengunjungi panti asuhan HKBP di daerah Toba juga," tutur Khairuddin.
Penyebab kecelakaan sejauh ini masih diselidiki oleh Polres Toba. Namun mereka saat ini sudah mengamankan sopir dan kenek bus.
"Saat ini sopir dan kenek Bus Pariwisata telah diamankan," pungkasnya.


















