Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemadaman Listrik Berulang Picu Kerusakan Mesin PDAM
Ilustrasi PDAM (IDN Times/Muhamad Iqbal)
  • Pemadaman listrik bergilir di Sumatera Utara menyebabkan kerusakan mesin PDAM Tirtanadi, mengganggu distribusi air bersih di tujuh kecamatan Medan dan Deli Serdang sejak awal pekan.
  • Tekanan pipa berubah akibat padam listrik berulang memicu turbulensi dan pecahnya sejumlah jaringan distribusi, membuat PDAM menghentikan sementara produksi untuk mempercepat perbaikan.
  • Pipa utama berdiameter 1.000 milimeter di Delitua mengalami kerusakan parah dan diganti, dengan target distribusi air kembali normal secara bertahap mulai Kamis, 11 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Dampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Sumatera Utara dalam sepekan terakhir mulai merembet ke layanan dasar masyarakat. Kerusakan sejumlah mesin milik PDAM Tirtanadi akibat listrik yang kerap padam menyebabkan distribusi air bersih terganggu di tujuh kecamatan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang sejak awal pekan ini.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Kota, Medan Area, Medan Perjuangan, dan Medan Maimun di Kota Medan. Sementara di Kabupaten Deli Serdang, gangguan layanan terjadi di Kecamatan Delitua dan Percut Sei Tuan.

1. Pemadaman listrik berulang disebut merusak mesin pengolahan air

Ilustrasi PDAM, PDAM Kota Balikpapan (IDN Times/M.Maulana)

Direktur Utama PDAM Tirtanadi Ardian Surbakti mengatakan gangguan distribusi air bermula dari kerusakan sejumlah komponen mesin instalasi pengolahan air yang dipicu pemadaman listrik berulang dalam beberapa pekan terakhir.

Kerusakan tersebut terjadi di sejumlah titik, termasuk Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) di Jalan Purwo, Kecamatan Delitua.

"Penyebab matinya air di IPAM Deli Tua, ini salah satunya adalah kerusakan daripada mesin-mesin kita, karena mungkin beberapa minggu terakhir, sering sekali terjadi pemadaman listrik yang berulang kali terjadi, sehingga banyak komponen daripada mesin-mesin kita yang terganggu dan rusak," ujar Ardian, Rabu (10/6/2026).

Menurut Ardian, perbaikan komponen yang rusak masih terus dilakukan agar operasional instalasi dapat kembali berjalan normal.

2. Tekanan pipa terganggu, sejumlah jaringan distribusi ikut pecah

ilustrasi keran terbuka (pexels.com/actually_jet)

Tak hanya mesin yang terdampak, pemadaman listrik berulang juga disebut menyebabkan tekanan dalam jaringan perpipaan berubah secara drastis. Kondisi itu memicu turbulensi yang berujung pada kerusakan sejumlah pipa distribusi.

"Kita fokus untuk memperbaiki keseluruhan kerusakan sehingga kita terpaksa stop produksi pada hari ini. Begitu juga dengan proses penyaluran, karena memang selama ini padam listrik berulang kali sehingga tekanan pada pipa kita juga berulang kali terjadi turbulensi, sehingga banyak pipa-pipa kita yang pecah," ungkapnya.

Akibat kerusakan tersebut, PDAM harus menghentikan sementara proses produksi air untuk mempercepat perbaikan di berbagai lokasi yang terdampak.

3. Pipa berdiameter 1.000 milimeter pecah, air ditargetkan normal Kamis

ilustrasi keran air (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Ardian mengakui salah satu kerusakan paling parah terjadi di wilayah Delitua. Pipa utama berdiameter 1.000 milimeter dilaporkan pecah dan harus diganti.

"Itu yang paling berdampak karena memang pipanya harus kita ganti, pipanya itu pecah. Namun beberapa titik yang lain dapat diperbaiki secara normal," ujarnya.

PDAM Tirtanadi menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan dapat diselesaikan pada Rabu malam. Jika proses berjalan sesuai rencana, distribusi air bersih diperkirakan mulai kembali normal secara bertahap pada Kamis (11/6/2026).

"Mudah-mudahan hari ini kita bisa menyelesaikan semua itu dan diharapkan besok siang atau sore hari air sudah bisa hidup kembali," katanya.

Editorial Team

Related Article