Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pakkat Khas Mandailing, Kuliner Pahit yang Laris Manis saat Ramadan
Penjualan Pakkat saat Ramadan di Medan (Dok. Sanjay for IDN Times)
  • Pakkat, kuliner khas Mandailing dari pucuk rotan, jadi buruan warga Medan saat Ramadan meski rasanya pahit dan dikenal bisa menambah selera makan.
  • Penjual Pakkat bernama Endang Wahyuni mampu menjual hingga 400 ikat per hari dengan harga Rp4 ribu per batang di kawasan Panglima Denai, Medan.
  • Selain Pakkat, Endang juga menjajakan lemang dan ikan bakar selama Ramadan, menghasilkan omzet hingga Rp5 juta per hari dari penjualan berbagai menu tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 tahunan

Endang Wahyuni telah berjualan Pakkat setiap tahun selama sekitar 20 tahun, khususnya pada bulan Ramadan.

Ramadan

Pakkat khas Mandailing banyak dijual dan diminati masyarakat di Kota Medan selama bulan Ramadan.

kini

Endang menjual Pakkat di Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kota Medan, dengan penjualan mencapai 400 ikat per hari dan keuntungan hingga Rp5 juta termasuk lemang dan ikan bakar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pakkat, kuliner khas Mandailing dari pucuk rotan, ramai diburu warga Medan selama bulan Ramadan meski rasanya pahit.
  • Who?
    Penjual bernama Endang Wahyuni yang telah berjualan Pakkat sekitar 20 tahun setiap Ramadan di Kota Medan.
  • Where?
    Penjualan dilakukan di Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kota Medan, dengan pasokan pucuk rotan dari Kota Pinang dan Kuala Tanjung.
  • When?
    Kegiatan penjualan berlangsung setiap bulan Ramadan dan sudah menjadi tradisi tahunan bagi penjual serta pelanggan tetapnya.
  • Why?
    Pakkat diminati karena dipercaya dapat menambah selera makan saat puasa meskipun memiliki rasa pahit seperti daun pepaya.
  • How?
    Pakkat dijual seharga Rp4.000 per batang atau Rp20.000 untuk lima batang, bisa disantap dengan bumbu tambahan buatan sendiri atau yang tersedia di tempat jualan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pucuk rotan atau yang sering disebut dengan Pakkat merupakan salah satu kuliner khas Mandailing. Di Kota Medan, kuliner ini banyak dinanti dan hadir di saat Ramadan.

Salah satu penjual Pakkat, Endang Wahyuni menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan pucuk rotan dari Kota Pinang dan Kuala Tanjung.

1. Sehari bisa terjual 400 ikat

Penjualan Pakkat saat Ramadan di Medan (Dok. Sanjay for IDN Times)

Dalam sehari bisa menghabiskan 4 ikat, dalan satu ikat terdiri dari 100 batang pucuk rotan. Artinya, dalam sehari bisa terjual 400 ikat.

Jika ingin menambah rasa, Pakkat ini dapat ditambahkan dengan cocolan atau bumbu yang dapat dibuat sendiri ataupun dibeli disini.

"Banyak peminatnya, kalau orang kita Mandailing sudah tahu dia kita berjualan gini pasti berdatangan. Apalagi yang sudah berlangganan tahun ke tahun sama kami. Rasanya seperti memakan daun pepaya pembuka selera makan ada rasa pahitnya," ungkapnya yang menjual Pakkat di jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kota Medan.

2. Selain Pakkat Endang juga menjual ikan bakar dan lemang

Penjualan Pakkat saat Ramadan di Medan (Dok. Sanjay for IDN Times)

Untuk harga, Endang menjual Pakkat Rp4 ribu perbatangnya, dan 5 batang Rp20 ribu. Dahulu, Endang menjual Pakkat di depan Univa dan saat ini sudah diganti oleh adiknya.

Terhitung sudah 20 tahunan ia menjual Pakkat setiap tahun spesial Ramadan, dan meraup cuan hingga Rp5 juta perhari termasuk menjual lemang dan ikan bakar.

3. Rasa Pakkat pahit bisa membuka selera makan saat puasa

Penjualan Pakkat saat Ramadan di Medan (Dok. Sanjay for IDN Times)

Dia menjelaskan bahwa, Pakkat ini memiliki alasan kenapa di saat ramadan yang banyak diminati.

"Saat puasa kan makan berkurang, nah makan Pakkat selera makannya bertambah. Meskipun tidak ada rasa manis dari Pakkat ini bahkan pahit tapi habis makan itu tinggal di lidah ada rasa manis-manisnya," tutupnya.

Editorial Team