Medan, IDN Times - Societeit de Harmonie, grup musik jazz asal Jakarta, Indonesia, yang dibentuk pada tahun 2024. Digawangi Natasya Elvira (vokal), Andy Gomez (piano/keyboard), Dave Rimba (drum), dan Bayu Rusady (kontrabas)
Nama grup ini diadaptasi dari nama klub sosial elit era kolonial Hindia Belanda di Batavia dan Bandung, yang dipilih untuk mencerminkan identitas musik mereka yang berkiblat pada aliran jazz klasik era 1930-an hingga 1940-an.
Cara berpakaiannya juga unik, Sang Vokalis kerap menggunakan kebaya bordir atau kebaya putih klasik dengan kain batik. Para personel lain kerap menggunakan jas dan ornamen-ornamen tradisional.
Namun hari ini, Sabtu (17/10/2026) mereka tampil berbeda di Kota Medan. Memeringati Hari Ulos Nasional dalam rangkaian acara Medan Fashion & Culture Festival 2026, mereka tampil mengenakan kain ulos. Ini terasa spesial karena momen ini jadi kali pertama mereka manggung di Medan.
Natasya, seperti biasa tetap mengenakan Kebaya dan Kain Batik, namun di pinggangnya terikat kain ulos. Sedangkan personel lainnya ada yang mengenakan tali-tali atau surtopi, dan ada pula yang syal ulos, hingga baju ulos.
"Terima kasih kain ulosnya dari Bang Torang Sitorus sangat indah," ujar Natasya pada awal penampilannya.
Yang lebih spesial, untuk pertama kalinya, Societeit de Harmonie manggung menyanyikan lagu batak. Dimulai dengan lagu berjudul Ramba Dia dan Mardua Holong. Warga medan yang memadati atrium Sun Plaza Medan langsung histeris dan berteriak menyanyi bersama Societeit de Harmonie.
"Banyak yang patah hati sepertinya hari ini ya," ungkap Natasya meledek penonton usai membawakan lagu Mardua Holong (Mendua Hati).
Kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu khas mereka berjudul Tiga, Sembilan, dan ditutup dengan lagu Juwita Malam. Para penonton di atrium Sun Plaza Medan sangat terhibur dan seolah hanyut dengan keindahan lantunan suara Natasya.
Yuk lihat potret penampilan mereka di Atrium Sun Plaza Medan: