Diterpa Hujan Deras, Begini Kondisi Asap Karhutla di Sumut Kini

Asap diduga dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan terdeteksi di seluruh Sumatera Utara.
Jarak pandang di lima stasiun meteorologi menurun hingga kisaran 1–4 kilometer.
BBMKG memperkirakan kondisi berlanjut tiga hari dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan.
Medan, IDN Times – Asap diduga dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, terdeteksi masih bertahan di seluruh wilayah Sumatra Utara pada Sabtu (17/10/2026). Meskipun sempat diguyur hujan deras dan langit sempat cerah.
1. Angin bergerak dari Timur hingga Tenggara menuju Barat Laut sampai Utara

Foto udara langit Kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori sedang atau tidak sehat dampak sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengindikasikan asap terbawa angin dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit selama 24 jam pada Jumat (16/10/2026), tidak ditemukan titik panas (hotspot) dengan kategori sedang di Sumatera Utara. Temuan tersebut berbeda dengan hasil pemantauan sebaran asap pada Sabtu pagi, ketika asap terdeteksi di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Analisis pergerakan angin pada Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WIB menunjukkan angin bergerak dari Timur hingga Tenggara menuju Barat Laut sampai Utara. BBMKG Wilayah I Medan mengaitkan pola angin tersebut dengan kemungkinan masuknya asap dari luar Sumatra Utara.
“Arah angin mengindikasikan asap berasal dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan, lalu terbawa menuju Sumatera Utara,” ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho.
Hujan sempat terjadi pada pagi hingga siang hari. Saat sore hari langit mulai terlihat cerah. Namun kabut masih menyelimuti.
2. Kualitas udara dalam kategori sedang

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan) Hasil pemantauan tersebut belum memastikan lokasi asal asap. Penetapan sumbernya masih memerlukan pemeriksaan dinamika atmosfer serta informasi pendukung lainnya. Penurunan jarak pandang terpantau di lima stasiun meteorologi, yakni Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, Stasiun Meteorologi FL. Tobing, Stasiun Meteorologi Binaka, dan Stasiun Meteorologi Silangit. Pengamatan pada Sabtu (17/10/2026) pukul 10.00 WIB mencatat jarak pandang berada pada kisaran 1–4 kilometer.
Pada hari yang sama, hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah Sumatera Utara berada dalam kategori sedang.
BBMKG Wilayah I Medan memprakirakan kondisi penurunan jarak pandang masih berlanjut hingga tiga hari setelah pengamatan.
3. Warga disarankan kurangi aktivitas di luar ruangan

Suasana Kota Medan yang mulai diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026) (IDN Times/Doni Hermawan) BBMKG mengimbau pengendara untuk mengurangi kecepatan ketika melintasi daerah dengan jarak pandang rendah. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan agar perjalanan lebih aman dalam kondisi berkabut atau berasap.
“Masyarakat yang menghadapi penurunan kualitas udara juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, warga diimbau menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap,” pungkasnya.
Selain mengingatkan masyarakat, BBMKG meminta kepala daerah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setempat untuk mengantisipasi dampak sebaran asap dan meningkatkan kesiapsiagaan warga.


















