Proses pembangunan jembatan kanopi. (Dok: TaHuKah)
Momen terekamnya orangutan menggunakan jembatan kanopi menjadi bukti awal keberhasilan intervensi ini. Selama ini, penggunaan struktur serupa lebih banyak tercatat pada primata lain seperti owa dan lutung.
“Selama dua tahun, kami telah menunggu momen ini. Melihat orangutan jantan muda ini dengan percaya diri menyeberangi jalan menggunakan jembatan kanopi adalah pencapaian besar dalam konservasi,” kata CEO SOS, Helen Buckland.
Lebih dari sekadar penyeberangan, jembatan ini membuka peluang menjaga konektivitas ekosistem. Orangutan dikenal sebagai spesies kunci—penyebar biji yang membantu regenerasi hutan. Ketika habitat mereka tersambung, dampaknya menjalar ke seluruh rantai kehidupan di hutan, termasuk spesies lain seperti harimau dan beruang madu.
“Sumatra utara adalah rumah bagi sebagian keanekaragaman hayati paling tak ternilai di dunia, dan merupakan mandat bbksda untuk memastikan tidak ada satu pun spesies yang terputus dari habitatnya akibat pembangunan manusia. Jembatan-jembatan ini bukan sekadar struktur tali; mereka adalah ekspresi fisik dari komitmen konservasi kami,” ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut Novita Kusuma Wardani.