Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menantu Korban jadi Dalang Pembunuhan, Rencana Awal Hanya Merampok

Menantu Korban jadi Dalang Pembunuhan, Rencana Awal Hanya Merampok
AF, menjadi dalang pembunuhan mertuanya di Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano)
Intinya Sih
  • Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan lansia Dumaris Isni di Pekanbaru, dengan dalang utama AF yang merupakan menantu korban dan belum resmi bercerai dari anak korban.
  • Rencana awal para pelaku hanya merampok, namun berubah menjadi pembunuhan setelah menyusun strategi di Pekanbaru; korban dipukul hingga tewas lalu hartanya digasak sebelum mereka kabur ke Sumut.
  • Sebelum aksi pembunuhan, para pelaku sempat mencuri uang Rp4 juta dari rumah korban, yang membuat korban memasang CCTV sebagai langkah antisipasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pekanbaru, IDN Times - Tim gabungan reserse kriminal dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau berhasil menangkap 4 pelaku pembunuhan terhadap seorang IRT Lansia bernama Dumaris Isni (60) di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Keempat pelaku itu berinisial AF, SL, EW dan LB. Dimana, pelaku AF seorang perempuan, menjadi dalang aksi pembunuhan tersebut.

"AF ini otak pelakunya, dalangnya. Dia statusnya masih menantu korban, belum ada cerai resmi dengan anak korban yang bernama Arnold," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua, Minggu (3/5/2026) di halaman belakang kantor Polresta Pekanbaru.

Dikatakannya, pelaku AF menikah dengan anak korban bernama Arnold pada tahun 2022. Namun, pada 2023, pelaku AF pergi dari rumah korban ke Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) tanpa diketahui penyebabnya.

"Mereka belum ada cerai resmi, apa alasannya (pergi), ya itu masalah rumah  tangga mereka, kita tidak sampai disitu. Tapi suami AF itu (Arnold), anaknya berkebutuhan khusus," katanya.

Diketahui, korban dibunuh dengan cara sadis, yakni dipukul pakai kayu balok oleh pelaku SL. Usai memastikan korban meninggal dunia, para pelaku mengambil harta benda milik korban dan kabur ke arah Sumut.

Atas peristiwa itu, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran. Alhasil keempat pelaku berhasil ditangkap dari dua lokasi yang berbeda, yakni di Aceh Tengah dan Kota Binjai.

Dari penangkapan itu, dua pelaku diantaranya yang merupakan pria, yakni  dihadiahi timah panas oleh pihak kepolisian.

Table of Content

1. Niat awal merampok, berkembang jadi membunuh

1. Niat awal merampok, berkembang jadi membunuh

IMG-20260503-0066.jpg
Foto para tersangka pembunuhan IRT Lansia di Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano)

Lebih lanjut Kombes Hasyim menerangkan, keempat pelaku datang dari Aceh Tengah ke Pekanbaru dengan rencana awal melakukan perampokan. Setibanya di Pekanbaru, mereka sempat menginap di sebuah hotel untuk menyusun rencana kejahatan.

"Dalam prosesnya, rencana perampokan berkembang menjadi rencana pembunuhan satu keluarga korban dengan tujuan menguasai seluruh harta benda korban," terangnya.

Para pelaku kemudian melakukan survei ke rumah korban untuk mempelajari situasi. Mereka bahkan sempat menginap di area SPBU di seputaran Kecamatan Rumbai karena kehabisan biaya.

Pada hari H, para pelaku yang menggunakan mobil itu, langsung ke rumah korban. Setibanya di lokasi, pelaku AF dan LB lebih dulu masuk ke dalam rumah. Bahkan kedatangan AF dan LB disambut baik oleh korban sambil berbincang sebentar. Tidak lama kemudian, pelaku SL masuk dengan berpura-pura sebagai pengemudi driver online yang menagih pembayaran sebesar Rp300 ribu dari anak korban yang menggunakan jasanya. 

Namun korban menolak membayar karena merasa anaknya tidak pernah memesan layanan driver online tersebut. Saat itulah SL langsung menyerang korban menggunakan sebuah kayu balok.

"Pelaku SL memukul korban sebanyak lima kali di bagian kepala dan dada," ungkapnya.

Setelah dilihat tak bergerak, pelaku AF dan SL menyeret korban ke kamar mandi. Para pelaku kemudian menggasak harta benda milik korban sebelum melarikan diri ke arah Provinsi Sumut.

Berikut ini harta benda korban yang dibawa lari para pelaku:

  • Uang 400 dollar Singapura
  • Cincin kawin emas 12 gram
  • Cincin emas 10 gram
  • Handphone Samsung A55 5G
  • Perangkat elektronik berupa music box dan speaker.

2. Anak korban dibawa sampai ke Siak

20260502-150143.jpg
Anak kandung korban berinisial A saat tiba di rumah orang tuanya (IDN Times/ istimewa)

Dalam rekaman CCTV di rumah korban, setelah para pelaku menghabisi tampak seorang pria datang menggunakan sepeda motor. Pria tersebut adalah Arnold, anak korban.

"Jadi sebelum kejadian itu, para pelaku ini bertemu dengan anak korban di sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman (Kota Pekanbaru). Tujuannya ya itu, untuk menggambar situasi dirumah korban," terang Kombes Hasyim.

Setelah pertemuan itu, para pelaku langsung menuju ke rumah korban untuk beraksi dan meninggalkan Arnold.

"Arnold ini kan berkebutuhan khusus, dia gak tahu apa-apa. Setelah pembunuhan itu, anak korban ini kan datang, tapi gak sampai masuk ke dalam rumah, karena dihalangi pelaku AF dan mengajaknya pergi," sebut Kombes Hasyim.

Setelah menguasai harta benda korban, para pelaku pergi dan membawa Arnold sampai ke daerah Minas, Kabupaten Siak.

"Anak korban ini boncengan sama pelaku EW sampai ke daerah Minas. Di Minas itu, si Arnold ini mau diturunkan dan sepeda motornya mau diambil. Tapi gak jadi," ujar Kombes Pol Hasyim.

3. Sebelum pembunuhan, sempat mencuri uang Rp4 juta dari rumah korban

20260503_173132.jpg
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua (IDN Times/ Fanny Rizano)

Lebih lanjut dijelaskan Kombes Pol Hasyim, sebelum peristiwa pembunuhan itu, para pelaku telah beraksi melakukan pencurian di rumah korban. Dari aksi pencurian itu, para pelaku menggasak uang korban sebanyak Rp4 juta.

"Jadi sebelum aksi pembunuhan ini, mereka ini (para pelaku) pernah melakukan pencurian di rumah korban ditanggal 8 April kemarin. Saat itu yang di rumah hanya si Arnold. Mereka mencuri uang milik korban sebanyak Rp4 juta," jelas Kombes Pol Hasyim.

Atas pencurian itu, korban memasang CCTV di bagian dalam dan luar rumahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More