Ilustrasi bullying (Pexels.com/Mikhail Nilov)
MATAMUDA bertema anti perundungan ini mendapat sambutan hangat dari orang tua siswa. Para orang tua merasa tenang karena madrasah memberi perhatian serius pada aspek psikologis dan sosial anak di luar akademik.
Adapun rangkaian kegiatan edukasi ini meliputi tiga agenda utama, yakni:
1. Edukasi visual melalui video
Siswa menyaksikan tayangan tentang dampak negatif perundungan dan pentingnya menjadi teman yang baik. Melalui visualisasi itu, siswa diajarkan mengenali bentuk perundungan fisik maupun verbal, serta keberanian melapor kepada guru.
2. Ikrar bersama antiperundungan
Momen paling khidmat terjadi saat seluruh siswa baru membacakan Ikrar Bersama. Dengan suara lantang, mereka berjanji tidak melakukan perundungan, saling melindungi teman, dan menciptakan suasana pertemanan yang harmonis.
3. Kreativitas mewarnai poster
Untuk menanamkan pesan dalam ingatan siswa, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai poster bertema antiperundungan. Karya siswa nantinya dipajang di lingkungan madrasah sebagai pengingat komitmen bersama.
Dengan edukasi sejak masa orientasi ini, diharapkan siswa baru MIN 1 Nias Selatan dapat menjalin pertemanan yang sehat, sportif, dan penuh kasih sayang.
Program ini menjadi bukti nyata kesiapan MIN 1 Nias Selatan mengimplementasikan konsep Madrasah Ramah Anak yang berbasis kasih sayang dan penguatan pendidikan karakter di wilayah Nias Selatan.