Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
Selain memperbaiki layanan, Bobby juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir. Bentuk kompensasi tersebut, menurutnya, tidak harus berupa uang tunai, melainkan bisa berupa pengurangan tagihan listrik atau diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seberapa nanti besaran kompensasi yang diberikan, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi. Sebagaimana kita yang terlambat membayar sedikit saja, langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya,” katanya.
Menanggapi hal itu, General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi. Ia mengatakan PLN saat ini tengah mempercepat perbaikan 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan.
Terkait usulan kompensasi, Mundakhir menyebut pihaknya akan meneruskan penekanan dari Gubernur Sumut tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena kewenangan penetapan kompensasi berada di pemerintah pusat. Meski demikian, PLN menargetkan proses perbaikan jaringan dapat rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik kembali normal.