Dua petugas kepolisian berjaga di sekitar area rumah yang terdampak ledakan di Kompleks Grand Polonia,. Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Informasi yang dihimpun, pemilik rumah itu Bernama Chris Hasan, seorang pengusaha bergerak di bidang produksi plastik. Dia juga disebut memiliki pabrik plastik di kawasan Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Saat kejadian, Chris sedang berada di Jakarta.
Hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatra Utara menemukan adanya konsentrasi gas di area dapur rumah yang mengalami ledakan, Senin (20/7/2026) petang. Berdasarkan pemeriksaan awal, kadar gas yang ditemukan mencapai sekitar 10 persen dari batas bawah ledakan atau Lower Explosive Limit (LEL).
Kabid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pola kerusakan bangunan mengarah pada tekanan kuat yang berasal dari dalam rumah.
“Kerusakan yang terjadi menunjukkan ciri khas bahwa tekanannya semua dari dalam rumah. Ada tekanan kuat yang membuat dinding maupun barang-barang lain roboh,” ujar Roy kepada awak media, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, tim menemukan sejumlah indikasi di area dapur, termasuk keberadaan kompor tanam dan pintu yang terbuka akibat tekanan ledakan. Kompor tersebut bahkan ditemukan dalam kondisi terangkat.
“Di dapur kita menemukan kompor tanam dan pintu-pintu yang terbuka. Kompor ini terangkat ke atas. Itu terminal gas yang digunakan untuk memasak,” katanya.
Roy menjelaskan, dari pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas (gas detector), tim menemukan adanya konsentrasi gas di area dapur. Menurut dia, dalam kondisi tertentu, konsentrasi gas tersebut dapat memicu terjadinya ledakan apabila bercampur dengan sumber api atau pemantik.
Meski begitu, Labfor belum menyimpulkan sumber pasti gas maupun penyebab utama ledakan. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.