Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kitchenette Goes Pink Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara
Kitchenette Goes Pink geraka mendukung 10 ribu USG gratis untuk deteksi kanker payudara (IDN Times/Indah Permata Sari)

Medan, IDN Times– Nina Lubis masih mengingat betul momen ketika dirinya didiagnosis kanker payudara pada November 2020. Saat itu, ia bekerja sebagai barista di Batam. Ia tak pernah menyangka benjolan yang tidak disadarinya ternyata menjadi awal dari perjalanan panjang melawan kanker.

Awalnya, Nina merasa tubuhnya lemas ketika bekerja. Ia kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Namun, diagnosis yang diterimanya membuat Nina sulit menerima kenyataan.“Saat dinyatakan itu saya gak terima. Rasanya gak mungkin,” kenangnya.

1. Perjuangan Nina untuk terbebas dari kanker payudara

Kitchenette Goes Pink geraka mendukung 10 ribu USG gratis untuk deteksi kanker payudara (IDN Times/Indah Permata Sari)

Nina bahkan sempat berpindah hingga tiga dokter untuk memastikan kondisinya. Setelah menjalani pemeriksaan, ia disarankan segera menjalani operasi. Namun, situasi saat itu tidak mudah karena dokter yang menanganinya di Batam terpapar COVID-19.

Nina akhirnya memutuskan datang ke Medan untuk mendapatkan penanganan. Pada 2021, ia menjalani operasi kanker payudara sebelah kiri, dilanjutkan dengan tujuh kali kemoterapi dan 21 kali radioterapi.

Perjalanan itu tidak selalu mudah. Nina sempat histeris menghadapi kenyataan bahwa dirinya harus menjalani pengobatan kanker, termasuk ketika rambutnya mulai rontok akibat kemoterapi.

Namun, dukungan keluarga membuatnya bertahan. Suami dan anak-anaknya ikut menguatkan Nina selama menjalani pengobatan.

“Saya sempat histeris. Rontok rambut, anak-anak saya semuanya ikut melakukan. Suami saya juga. Ayo kita semangat,” ujarnya.

Nina mengaku sempat merasa terpuruk selama menjalani kemoterapi. Akan tetapi, ia berusaha tetap berjuang, terutama karena ingin terus mendampingi anak-anaknya.

Kini, setelah sekitar enam tahun menjalani perjalanan tersebut, Nina bersyukur bisa melewati berbagai tahapan pengobatan. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan keberanian menjalani pemeriksaan serta pengobatan merupakan bagian penting dalam menghadapi kanker payudara.

2. Dokter ingatkan kanker payudara bisa menyerang usia muda

Kitchenette Goes Pink geraka mendukung 10 ribu USG gratis untuk deteksi kanker payudara (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kisah Nina menjadi salah satu pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara. Persoalan ini juga menjadi perhatian dalam kegiatan Kitchenette Goes Pink yang digelar di Kitchenette Sun Plaza Medan pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lovepink Indonesia dan Siloam Hospitals Dhirga Surya tersebut menghadirkan edukasi kesehatan mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker payudara.

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi Siloam Hospitals Dhirga Surya, Dr. dr. Suyatno, Sp.B (K) Onk, mengatakan salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah pasien datang ketika kanker telah memasuki stadium lanjut.

Dalam kondisi tersebut, kanker dapat menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, hingga otak. Penanganan pun menjadi lebih kompleks dibandingkan jika penyakit ditemukan pada tahap awal.

Menurutnya, kanker payudara juga tidak hanya mengancam perempuan berusia lanjut. Ia pernah menangani pasien berusia 19 tahun yang mengalami kanker payudara. Karena itu, usia muda tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan perubahan pada payudara.

Penyebab pasti kanker payudara belum sepenuhnya diketahui. Namun, faktor risiko dapat berkaitan dengan keturunan maupun faktor lain, termasuk gaya hidup. Memahami risiko dan melakukan pemeriksaan secara tepat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan payudara.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan perempuan adalah SADARI atau periksa payudara sendiri. Kebiasaan ini membantu seseorang mengenali kondisi normal payudaranya dan menyadari apabila terdapat perubahan yang tidak biasa.

Selain SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS oleh tenaga kesehatan juga penting. Jika ditemukan benjolan atau perubahan yang mencurigakan, pemeriksaan medis perlu dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Deteksi dini bukan berarti seseorang dapat memastikan diagnosis hanya melalui pemeriksaan mandiri. Namun, mengenali perubahan sejak awal dapat membantu mendorong seseorang mencari pertolongan medis lebih cepat.

3. Donasi dari pembelian minuman untuk 10.000 USG payudara gratis

Kitchenette Goes Pink geraka mendukung 10 ribu USG gratis untuk deteksi kanker payudara (IDN Times/Indah Permata Sari)

Selain edukasi, Kitchenette Goes Pink mengajak masyarakat berkontribusi memperluas akses pemeriksaan kanker payudara bagi perempuan yang memiliki keterbatasan finansial. Melalui kolaborasi dengan Lovepink Indonesia, Kitchenette mengadakan program donasi dari setiap pembelian minuman Acai Dragon. Donasi tersebut ditujukan untuk mendukung Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis yang diinisiasi Lovepink Indonesia.

Program ini diharapkan dapat membantu lebih banyak perempuan memperoleh akses pemeriksaan dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.

President Director ISMAYA Group, Cendyarani, mengatakan restoran dapat menjadi ruang untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas, termasuk menyebarkan informasi mengenai kesehatan perempuan.

Melalui kegiatan ini, Kitchenette ingin menjadikan ruang makan sebagai tempat berbagi pengetahuan sekaligus membangun kepedulian terhadap isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Siloam Hospitals Dhirga Surya melalui sesi edukasi bersama dokter spesialis. Peserta mendapatkan informasi mengenai faktor risiko, perubahan pada payudara yang perlu diwaspadai, serta pilihan pemeriksaan dan penanganan medis.

Melalui edukasi dan program donasi ini, masyarakat diajak memahami bahwa kepedulian terhadap kanker payudara tidak harus dimulai dengan langkah besar. Mengenali kondisi tubuh, tidak mengabaikan perubahan yang mencurigakan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah awal yang berarti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article