Kitchenette Goes Pink geraka mendukung 10 ribu USG gratis untuk deteksi kanker payudara (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kisah Nina menjadi salah satu pengingat pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara. Persoalan ini juga menjadi perhatian dalam kegiatan Kitchenette Goes Pink yang digelar di Kitchenette Sun Plaza Medan pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lovepink Indonesia dan Siloam Hospitals Dhirga Surya tersebut menghadirkan edukasi kesehatan mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker payudara.
Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi Siloam Hospitals Dhirga Surya, Dr. dr. Suyatno, Sp.B (K) Onk, mengatakan salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah pasien datang ketika kanker telah memasuki stadium lanjut.
Dalam kondisi tersebut, kanker dapat menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, hati, hingga otak. Penanganan pun menjadi lebih kompleks dibandingkan jika penyakit ditemukan pada tahap awal.
Menurutnya, kanker payudara juga tidak hanya mengancam perempuan berusia lanjut. Ia pernah menangani pasien berusia 19 tahun yang mengalami kanker payudara. Karena itu, usia muda tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan perubahan pada payudara.
Penyebab pasti kanker payudara belum sepenuhnya diketahui. Namun, faktor risiko dapat berkaitan dengan keturunan maupun faktor lain, termasuk gaya hidup. Memahami risiko dan melakukan pemeriksaan secara tepat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan payudara.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan perempuan adalah SADARI atau periksa payudara sendiri. Kebiasaan ini membantu seseorang mengenali kondisi normal payudaranya dan menyadari apabila terdapat perubahan yang tidak biasa.
Selain SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS oleh tenaga kesehatan juga penting. Jika ditemukan benjolan atau perubahan yang mencurigakan, pemeriksaan medis perlu dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Deteksi dini bukan berarti seseorang dapat memastikan diagnosis hanya melalui pemeriksaan mandiri. Namun, mengenali perubahan sejak awal dapat membantu mendorong seseorang mencari pertolongan medis lebih cepat.