Kecelakaan Beruntun Bus Almasar di Jalur Berastagi, 1 Orang Meninggal

- Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Letjen Jamin Ginting, Deli Serdang, melibatkan bus Almasar dan dua sepeda motor saat arus mudik Lebaran.
- Tiga pemotor menjadi korban, satu meninggal dunia di tempat, sementara dua lainnya mengalami luka berat dan ringan dengan kerugian material sekitar Rp20 juta.
- Polisi menyebut penyebab kecelakaan diduga karena sopir bus mengantuk hingga kendaraan melewati marka jalan dan menabrak dua motor dari arah berlawanan.
Deli Serdang, IDN Times - Suasana libur lebaran di jalur puncak Berastagi tak luput dari insiden kecelakaan. Di tengah padatnya arus lalu lintas, pemotor ditabrak bus penumpang Almasar sampai meninggal dunia, Selasa (24/3/2026).
Bukan hanya menabrak satu motor saja, bus tersebut juga menabrak kendaraan lain sehingga terjadi kecelakaan beruntun. Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, insiden tersebut terjadi akibat pengemudi mengantuk.
1. Ada 3 pemotor jadi korban, 1 dinyatakan meninggal dunia di tempat

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas ini sampai merenggut korban jiwa.
"Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Letjen Jamin Ginting KM 53 Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tepatnya di dekat Perbatasan Tanah Karo. Ada 3 korban, di antaranya 1 orang meninggal dunia, 1 orang mengalami luka berat, dan 1 orang mengalami luka ringan," kata I Made Parwita.
Korban yang meninggal dunia adalah pengemudi sepeda motor merk Honda Scoopy bernama Aldian Aulia Susanto (23 tahun). Ia mengalami luka berupa pendarahan pada telinga, mulut, dan hidung, hingga pecah pada kepala bagian belakang.
"Sementara penumpang sepeda motor Honda Scoopy warna hitam mengalami luka berupa robek pada kepala, pendarahan pada hidung dan mulut. Saat ini dirawat di RS Adam Malik Medan," lanjutnya.
2. Kecelakaan beruntun tak terelakkan, pemotor lainnya alami luka ringan

Made menyebutkan bahwa insiden ini merupakan kecelakaan beruntun. Mobil Almasar berplat Aceh itu juga menabrak pemotor lainnya.
"Pengemudi sepeda motor Yamaha N Max warna hitam mengalami luka berupa memar pada kaki kanan, terkilir di lengan kanan, terkilir di punggung dan sakit pada kepala," ujar Made.
Bukan hanya korban luka, Kasat Lantas Polrestabes Medan juga menjelaskan bahwa terdapat kerugian material dari kerusakan akibat kecelakaan. Mobil penumpang Almasar mengalami kerusakan berupa pecah pada bumper depan sebelah kanan. Sementara sepeda motor Honda Scoopy yang ditabrak mengalami kerusakan berupa pecah pada lampu depan, pecah pada sayap depan, pecah pada body samping kanan, pecah pada sayap belakang. Dan sepeda motor Yamaha N Max mengalami kerusakan berupa pecah pada sayap depan, bengkok pada setang kemudi, hingga pecah pada lampu depan.
"Kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta," bebernya.
3. Penyebab kecelakaan diduga akibat sopir mengantuk

Made menjelaskan bagaimana insiden berdarah itu dapat terjadi. Di tengah libur lebaran dan lalu lintas cukup padat, mobil penumpang Almasar diduga kebut-kebutan.
"Semula sebelum terjadinya kecelakaan, diketahui mobil penumpang Almasar melaju dari arah Medan - Brastagi. Pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan melaju sepeda motor Honda Scoopy dan searah di belakang diikuti oleh sepeda motor Yamaha N Max," jelas Made.
Setibanya di tempat kejadian, jalanan menikung ke kanan. Diduga pengemudi mobil penumpang Almasar tersebut dalam kondisi mengantuk.
"Sehingga mobil melaju ke kanan melewati marka jalan dan menabrak sepeda motor Honda Scoopy dan lanjut menabrak sepeda motor Yamaha N Max sehingga menyebabkan terjadinya laka lantas beruntun," pungkasnya.


















