Kadet dari 15 Negara Singgah di Sumut, Bawa Misi Global

- Gubernur Sumut Bobby Nasution menerima kunjungan kehormatan Satuan Tugas Kartika Jala Krida 2026 yang membawa kadet dari 15 negara untuk memperkuat diplomasi maritim dan hubungan internasional.
- Sebanyak 76 taruna AAL TNI dan 56 kadet mancanegara berinteraksi lintas budaya di Medan, sekaligus menjalankan kegiatan sosial guna mempererat solidaritas dengan masyarakat Sumatera Utara.
- Pelayaran Kartika Jala Krida berlangsung 124 hari, mengusung misi diplomasi maritim Indonesia melalui pelatihan navigasi, promosi budaya, serta penguatan hubungan bilateral di berbagai negara yang disinggahi.
Medan, IDN Times - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menerima kunjungan kehormatan Satuan Tugas Kartika Jala Krida (KJK) 2026 di Medan. Kunjungan ini menjadi bagian dari pelayaran muhibah taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) TNI bersama kadet dari berbagai negara.
Bagi Bobby, momentum ini menjadi ruang strategis untuk membangun diplomasi maritim serta memperkuat hubungan internasional.
1. Libatkan puluhan kadet dunia, perkuat jejaring global

Sebanyak 76 taruna AAL TNI dan 56 kadet mancanegara terlibat dalam program ini. Para peserta berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan, Pakistan, Kanada, Kenya, Filipina, Prancis, Australia, Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, Inggris, dan lainnya.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut ini menjadi ruang interaksi lintas budaya yang dinilai penting. Bobby menyebut hubungan yang terjalin sejak masa pendidikan dapat menjadi fondasi kerja sama internasional di masa depan.
“Pada satu titik, hubungan tersebut dapat membawa keputusan penting, membawa kebijakan penting, dan hubungan itu tentu akan berdampak pada ketenteraman global,” ujar Bobby Nasution.
2. Sumut jadi titik strategis, kadet juga jalani misi sosial

Bobby mengapresiasi TNI Angkatan Laut yang memilih Sumatera Utara sebagai salah satu lokasi persinggahan dalam pelayaran Kartika Jala Krida 2026. Menurutnya, hal ini menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, para kadet juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial selama berada di Sumut. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai solidaritas lintas negara.
3. Pelayaran 124 hari, bawa misi diplomasi maritim Indonesia

Program Kartika Jala Krida merupakan pelayaran latihan yang mengusung misi diplomasi maritim. Para taruna tidak hanya belajar navigasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan berbagai negara yang disinggahi.
Komandan Kodamar I, Deny Septiana, menjelaskan bahwa setiap persinggahan dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan memperkuat hubungan bilateral.
“Kartika Jala Krida mengemban misi diplomasi maritim. Selain pelatihan, para taruna juga melaksanakan kegiatan sosial dan budaya di setiap daerah yang disinggahi,” ujarnya.
Para kadet telah berangkat dari Surabaya sejak Maret 2026 dan dijadwalkan menempuh perjalanan selama 124 hari, dengan rute meliputi Colombo, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, hingga Sulawesi Utara sebelum kembali ke Indonesia.


















