Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harimau Sumatra yang Diduga Tewaskan 2 Warga Pelalawan Riau Tertangkap
Harimau Sumatra berhasil masuk ke boxtrap yang dipasang oleh tim BBKSDA Provinsi Riau (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)
  • BBKSDA Riau menangkap seekor Harimau Sumatra melalui boxtrap di Desa Sungai Ara, Pelalawan, setelah pemantauan menggunakan kamera trap dan perangkap kandang.
  • Harimau tersebut diduga terkait kematian Jerlin Zalukhu, 12 tahun, dan pekerja Eko Prasetyo, 29 tahun, dalam dua serangan terpisah pada Juli 2026.
  • BBKSDA mengirim sampel DNA ke Laboratorium UGM untuk memastikan identitasnya, sementara harimau dirawat dan diobservasi di LK Kasang Kulim, Riau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - Seekor Harimau Sumatra berhasil ditangkap oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau. Tertangkapnya hewan buas itu, terjadi di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

"Benar tim berhasil menangkap seekor Harimau Sumatra," ucap Kepala Bidang Teknis BBKSDA Provinsi Riau Ujang Holisudin, Senin (19/10/2026).

Dikatakannya, 'si belang' tertangkap setelah masuk perangkap kandang jebak atau boxtrap yang dipasang tim BBKSDA Provinsi Riau.

"Harimau ini masuk perangkap boxtrap," kata Ujang.

1. Diduga harimau yang tewaskan 2 warga pada Juli lalu

Ilustrasi Harimau Sumatra. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Ujang menerangkan, pada bulan Juli 2026, dua peristiwa tragis terjadi di areal perusahaan hutan tanaman industri (HTI) yang berlokasi di daerah desa tersebut. Dimana, pada 7 Juli 2026, seorang anak bernama  Jerlin Zalukhu (12) tewas diterkam harimau saat sedang berada di kamar mandi belakang camp pekerja.

Berselang beberapa hari, tepatnya 11 Juli 2026, serangan harimau kembali terjadi. Kali ini seorang pekerja bernama Eko prasetyo (29) tewas dimangsa harimau.

Yang mana, lokasi antara kejadian pertama dengan kedua, jaraknya tidak terlalu jauh.

Atas kedua kejadian tersebut, tim BBKSDA melakukan pemantauan dengan cara pemasangan kamera trap dan boxtrap. Dimana, sebelum tertangkap, harimau tersebut terpantau berkeliaran tak jauh dari dua kejadian yang menewaskan dua warga itu.

"Tujuan kami memasang kamera trap dan boxtrap, untuk menghadirkan rasa aman warga dan penyelamatan individu harimau," terangnya.

Setelah harimau itu masuk dalam perangkap, tim BBKSDA Provinsi Riau langsung melakukan identifikasi awal.

"Hasilnya sementara, patut diduga merupakan individu (harimau) suspect man eater," ujar Ujang.

2. Kirim sample DNA ke Lab UGM

UGM (ugm.ac.id)

Namun, dilanjutkan Ujang, untuk memastikan lebih lanjut dugaan harimau tersebut, pihak BBKSDA Provinsi Riau mengirim sample DNA ke laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Untuk memastikan lebih lanjut apakah harimau ini yang menewaskan 2 warga itu, kami telah mengirim sample DNA ke Lab UGM," lanjut Ujang.

3. Kondisi PR-HS Dharmasraya Sumbar terbatas, harimau dititiprawatkan di LK Kasang Kulim Riau

Harimau Sumatra yang Diduga menewaskan 2 warga di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, saat ini berada di LK Kasang Kulim (IDN Times/ dok BBKSDA Riau)

Ujang menjelaskan, setelah mengamankan harimau tersebut, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PR-HS) yang berada di Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Namun, dikarenakan ketersediaan kandang rehabilitasi terbatas, pihak BBKSDA Provinsi Riau mengurungkan hal tersebut.

"Mempertimbangkan kondisi tersebut diatas dan dalam rangka memudahkan pengecekan dan observasi serta proses evakuasi, BBKSDA Riau selanjutnya menitiprawatkan sementara individu harimau itu di Lembaga Konservasi Kasang Kulim Provinsi Riau," jelasnya.

Ditambahkan Ujang, selama proses observasi dan menunggu hasil pengujian sample DNA selesai, Harimau Sumatera tersebut ditempatkan pada kandang perawatan di LK Kasang Kulim.

"Kami telah meminta kepada pihak manajemen Kasang Kulim agar menutup dan mengisolasi kandang perawatan dari pengunjung. Selama perawatan di sana, Harimau Sumatera tetap dibawah pengawasan tim medis BBKSDA Riau bersama tim medis PKR Arsari dan LK Kasang Kulim, untuk melakukan observasi dan monitoring terhadap perkembangan kondisi harimau tersebut," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article