Ilustrasi Harimau Sumatra. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Ujang menerangkan, pada bulan Juli 2026, dua peristiwa tragis terjadi di areal perusahaan hutan tanaman industri (HTI) yang berlokasi di daerah desa tersebut. Dimana, pada 7 Juli 2026, seorang anak bernama Jerlin Zalukhu (12) tewas diterkam harimau saat sedang berada di kamar mandi belakang camp pekerja.
Berselang beberapa hari, tepatnya 11 Juli 2026, serangan harimau kembali terjadi. Kali ini seorang pekerja bernama Eko prasetyo (29) tewas dimangsa harimau.
Yang mana, lokasi antara kejadian pertama dengan kedua, jaraknya tidak terlalu jauh.
Atas kedua kejadian tersebut, tim BBKSDA melakukan pemantauan dengan cara pemasangan kamera trap dan boxtrap. Dimana, sebelum tertangkap, harimau tersebut terpantau berkeliaran tak jauh dari dua kejadian yang menewaskan dua warga itu.
"Tujuan kami memasang kamera trap dan boxtrap, untuk menghadirkan rasa aman warga dan penyelamatan individu harimau," terangnya.
Setelah harimau itu masuk dalam perangkap, tim BBKSDA Provinsi Riau langsung melakukan identifikasi awal.
"Hasilnya sementara, patut diduga merupakan individu (harimau) suspect man eater," ujar Ujang.