Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Orangutan Rocky Pulang ke Indonesia, Kini Berganti Nama Jadi Heera

Kota Medan
3 min read
Orangutan Rocky Pulang ke Indonesia, Kini Berganti Nama Jadi Heera
Orangutan Heera berada di dalam kandang saat tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh penerbangan dari India, Senin (19/10/2026). Heera merupakan korban perdagangan satwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
  • Rocky, orangutan sumatra korban perdagangan satwa ilegal, tiba di Indonesia setelah menjalani pemulihan di India selama kurang lebih 17 bulan.

  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengganti nama Rocky menjadi Heera, yang berarti berlian, atas saran Anant Ambani.

  • Heera menjalani rehabilitasi di Sumatra untuk dievaluasi sebelum kemungkinan dilepasliarkan, sementara lima orangutan lain masih dirawat di India.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deli Serdang, IDN Times – Orangutan sumatra bernama penanda Rocky tiba di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (19/10/2026). Mamalia bernama latin pongo abelii itu, merupakan korban perdagangan satwa liar dilindungi.

Kembali menghirup udara Sumatra, Rocky langsung berganti nama. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, memberinya nama Heera.

“Saya mendapat saran dari ‘saudara’ saya, Anant Ambhani, bahwa mereka memberi nama Rocky yang berarti batu. Tetapi Ambani memberikan saran lebih baik untuk menamai Rocky menjadi Heera yang berarti berlian,” kata Raja dalam sambutannya dalam seremoni di Kargo Bandara Kualanamu.

Anant Ambani merupakan anak bungsu dari Mukesh Ambani. Seorang miliarder asal India. Sebagai pewaris termuda keluarga Ambani, Anant kini menjabat sebagai ketua dan direktur pelaksana Reliance Industries. Perusahaan sang ayah, Mukesh Ambani, bergerak di bidang telekomunikasi, minyak dan gas, ritel, serta jasa keuangan.

Selain itu Anant bersama sang ibu, Nita juga menjadi sosok penting dalam Mumbai Indians, sebuah franchise Liga Utama India (IPL). Laki-laki kelahiran 1995 itu, mendirikan Greens Zoological Rescue and Rehabilitation Centre (GZRRC) / Vantara di Jamnagar, Gujarat, India.

  1. 1. Korban perdagangan dan penyelundupan, Rocky ditemukan di apartemen di kawasan Mumbai

    WhatsApp Image 2026-10-19 at 15.40.02.jpeg
    Rocky Orangutan Sumatra Korban Perdagangan Ilegal Kembali Indonesia (Dok. COP)

    Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menjelaskan Heera merupakan salah satu orangutan Sumatera yang menjadi korban perdagangan satwa ilegal hingga dibawa ke India. Satwa tersebut ditemukan di sebuah apartemen di sekitar Mumbai.

    Menurut Munawir, penanganan kasus ini melibatkan kerja sama pemerintah Indonesia dengan otoritas CITES India. Meski pun Munawir tidak merinci, sejauh apa investigasi yang sudah dilakukan.

    Heera yang kini diperkirakan berusia 3 tahun enam bulan, pulang setelah melalui proses pemulihan di India selama kurang lebih 17 bulan.

  2. 2. Heera menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan

    antarafoto-pemulangan-orang-utan-sumatera-di-bandara-kualanamu-1792416557.jpg
    Orangutan Heera berada di dalam kandang saat tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh penerbangan dari India, Senin (19/10/2026). Heera merupakan korban perdagangan satwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

    Setelah tiba di Indonesia, Heera langsung dibawa ke Sumateran Rehabilitation Alliance (SRA), pusat rehabilitasi yang dikelola mitra Kementerian Kehutanan dari Center for Orangutan Protection (COP).

    Munawir mengatakan tim akan memantau kondisi dan perkembangan Heera selama menjalani rehabilitasi. Proses tersebut diperlukan untuk menilai kesiapan satwa sebelum dilepasliarkan kembali ke alam.

    Ia menjelaskan, masa rehabilitasi orangutan umumnya dapat berlangsung sekitar satu hingga satu setengah tahun. Namun, durasinya bergantung pada perkembangan perilaku masing-masing satwa.

    Kemampuan memanjat dan membuat sarang menjadi beberapa indikator yang diperhatikan sebelum orangutan dilepasliarkan. Karena itu, Heera belum dipastikan akan kembali ke hutan dalam jangka waktu tertentu.

    “Selama nanti di sana dia akan direhabilitasi, dievaluasi perkembangannya dan mudah-mudahan suatu saat Hira ini bisa kita rilis ke hutan yang bagus. Banyak pilihan, salah satunya di Taman Nasional Gunung Leuser,” ujar Munawir.

  3. 3. Lima individu orangutan lainnya masih dirawat di India

    antarafoto-pemulangan-orang-utan-sumatera-di-bandara-kualanamu-1792416297.jpg
    Orangutan Heera berada di dalam kandang saat tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh penerbangan dari India, Senin (19/10/2026). Heera merupakan korban perdagangan satwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

    Selain Heera, Kementerian Kehutanan juga mengupayakan pemulangan lima orangutan yang ditemukan di negara bagian Odisha, India, pada Agustus lalu. Kelima satwa tersebut saat ini dirawat di Nandankanan Zoological Park atau Nandankanan Zoo.

    Munawir mengatakan kondisi kelima orangutan itu dilaporkan sehat. Namun, proses pemulangan masih berkaitan dengan investigasi pemerintah India untuk menelusuri asal satwa serta jalur yang digunakan hingga mereka masuk ke negara tersebut.

    Menurut dia, komunikasi terus dilakukan dengan otoritas CITES India, Kedutaan Besar Indonesia, Kementerian Luar Negeri Indonesia, dan perwakilan India di Indonesia. Pemerintah berharap penyelidikan tersebut dapat membantu proses pemulangan kelima orangutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More