Angkat Potensi Sampah dan Budidaya Jamur, Inalum Raih 2 Gold ISDA 2026

- Inalum meraih dua Gold ISDA 2026 lewat Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani di Desa Kuala Tanjung, sebagai program pemberdayaan masyarakat.
- Bank Sampah Berseri mengelola rata-rata 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram anorganik per tahun melalui pemilahan, kelembagaan, serta pelibatan warga dan sekolah.
- Bantuan mesin steamer meningkatkan produksi Gubuk Jamur Dani dari 90 menjadi 270 baglog per hari, dengan panen 7–22 kilogram dan lima pekerja.
Medan, IDN Times- PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Kuala Tanjung. Dua program yang mendapat apresiasi tersebut adalah Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani.
Keduanya mengusung pendekatan berbeda dalam meningkatkan kemandirian masyarakat. Bank Sampah Berseri mengembangkan pengelolaan sampah menjadi sumber nilai ekonomi, sedangkan Gubuk Jamur Dani mendorong peningkatan produktivitas usaha budidaya jamur tiram putih.
Kepala Grup Layanan Strategis INALUM, Daniel Hutauruk, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata.
“Penghargaan ini bagi kami bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi juga apresiasi atas proses dan kerja bersama masyarakat. Bank Sampah Berseri dan Gubuk Jamur Dani kami kembangkan dengan semangat untuk memperkuat kapasitas masyarakat, sehingga mereka dapat mengelola potensi yang ada di lingkungannya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Daniel.
1. Bank Sampah Berseri menerapkan konsep ekonomi sirkular

Mesin dari Inalum untuk pengolahan sampah di Bank Sampah Berseri (dok.Inalum) Salah satu program yang mendapat penghargaan, Bank Sampah Berseri, menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mendorong masyarakat memandang sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Program yang dikembangkan di Desa Kuala Tanjung ini rata-rata mengelola 76.444,6 kilogram sampah organik dan 22.346,8 kilogram sampah anorganik per tahun.
Pengelolaan tersebut dilakukan melalui pemilahan sampah berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan bank sampah, serta pelibatan masyarakat dan sekolah sebagai nasabah. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, program ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi dari pengelolaan limbah.
2. Gubuk Jamur Dani mampu memproduksi 90 baglog per hari

Budidaya jamur putih salah satu program TJSL PT Inalum (dok.Inalum) Sementara itu, Gubuk Jamur Dani berfokus pada pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih. Dukungan Inalum melalui bantuan mesin steamer membantu meningkatkan kapasitas produksi usaha tersebut.
Sebelum mendapatkan bantuan, Gubuk Jamur Dani mampu memproduksi 90 baglog per hari dengan hasil panen sekitar 3–8,5 kilogram per hari. Setelah mendapatkan bantuan, kapasitas produksinya meningkat menjadi 270 baglog per hari, dengan hasil panen mencapai 7–22 kilogram per hari.
Program ini juga disertai pendampingan untuk memperkuat proses budidaya dan pengembangan usaha. Saat ini, Gubuk Jamur Dani mempekerjakan lima orang dan mencatat pendapatan kotor Rp8,6 juta per bulan, dengan pendapatan bersih mencapai Rp3,609 juta per bulan.
3. ISDA ajang penghargaan mengapresiasi perusahaan dan lembaga yang menjalankan program TJSL

Inalum meraih dua gold di Indonesian SDG's Awards (ISDA) (dok.Inalum) ISDA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD) untuk mengapresiasi perusahaan dan lembaga yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaiannya mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan berlandaskan prinsip ISO 26000.
Daniel mengatakan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.
“Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan yang produktif. Dengan begitu, manfaat program dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.







![[BREAKING] Jalan Amblas Tapsel, Jalur Sipirok-Medan Ditutup Sementara](https://image.idntimes.com/post/20261019/whatsapp-image-2026-10-18-at-23_ade23c8a-625e-4f0f-a8db-6fce832a5076.jpeg)









