Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Sawit di Langkat Anjlok ke Rp1.800 Per Kg, CPO Dunia Justru Naik
ilustrasi kelapa sawit (commons.m.wikimedia.org/Wagino 20100516)

  • Harga TBS sawit di Langkat turun tajam hingga Rp1.800/Kg meski harga CPO dunia naik ke 4.677 ringgit/ton setelah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pintu ekspor tunggal.
  • Pengamat ekonomi menilai ketimpangan harga ini tidak sesuai fundamental pasar karena seharusnya kenaikan harga CPO global mendorong peningkatan harga TBS di tingkat petani.
  • Penurunan harga disebut akibat faktor kejutan jangka pendek dan ketidakpastian juknis ekspor, sementara pemerintah diminta fokus memulihkan kepercayaan pasar agar rantai pasok sawit tetap stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
21 Mei 2026

Harga tender CPO KPBN sempat ambruk ke Rp12.285/Kg sebelum akhirnya rebound ke Rp14.800/Kg.

sepekan terakhir

Harga TBS sawit di Kabupaten Langkat anjlok tajam hingga 36% ke Rp1.800/Kg setelah sebelumnya stabil di Rp2.800/Kg.

kini

Harga TBS mulai pulih ke kisaran Rp2.200–Rp2.300/Kg, sementara harga CPO dunia naik ke 4.677 ringgit/ton dan pelaku usaha menunggu juknis ekspor PT DSI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Langkat turun tajam hingga 36 persen ke Rp1.800 per kilogram, sementara harga crude palm oil (CPO) dunia justru mengalami kenaikan.
  • Who?
    Petani sawit di Langkat terdampak penurunan harga, sementara pengamat ekonomi Gunawan Benjamin memberikan penjelasan terkait kondisi pasar dan pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan acuan harga CPO dari Bursa Malaysia Derivatives dan tender domestik KPBN.
  • When?
    Penurunan harga terjadi dalam sepekan terakhir menjelang akhir Mei 2026, setelah pengumuman pembentukan PT DSI oleh pemerintah.
  • Why?
    Penurunan harga TBS diduga akibat faktor kejutan jangka pendek karena pelaku usaha masih menunggu petunjuk teknis ekspor melalui satu pintu yang dikelola PT DSI.
  • How?
    Harga TBS sempat jatuh dari Rp2.800 menjadi Rp1.800 per kilogram sebelum perlahan pulih ke kisaran Rp2.200–Rp2.300, sementara harga CPO global naik ke 4.677 ringgit per ton.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga buah sawit di Langkat tiba-tiba turun banyak sekali, dari dua ribu delapan ratus jadi seribu delapan ratus rupiah. Padahal harga minyak sawit di dunia malah naik tinggi. Katanya ini karena ada aturan baru ekspor lewat satu pintu bernama PT DSI. Sekarang harga mulai naik lagi sedikit, tapi petani masih susah dan pemerintah diminta bantu supaya pasar tenang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun harga TBS sempat anjlok tajam, artikel ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan kenaikan kembali ke kisaran Rp2.200–Rp2.300 per kilogram. Kenaikan harga CPO dunia dan rebound di pasar domestik menandakan fundamental industri tetap kuat, sementara penurunan harga TBS dinilai hanya sebagai dampak kejutan jangka pendek dari penyesuaian mekanisme ekspor baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Langkat anjlok tajam sepekan terakhir. Namun harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah dunia justru naik ke level 4.677 ringgit/ton.

Kondisi berbalik ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia DSI sebagai pintu tunggal ekspor sawit.

Pantauan di lapangan, harga bauh sawit sempat ambruk ke Rp1.800/Kg. Padahal sebelumnya stabil di Rp2.800/Kg. Artinya petani kena potong harga 36% hanya dalam beberapa hari. Kini harga mulai pulih ke Rp2.200-Rp2.300/Kg.

1. Ketimpangan ini dinilai tak sejalan dengan fundamental pasar

ilustrasi kebun sawit (commons.m.wikimedia.org/Dyima Guszita)

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menyebut ketimpangan ini tak sejalan dengan fundamental pasar. “Seharusnya dengan harga CPO yang sudah pulih, bahkan lebih tinggi dari sebelum PT DSI diumumkan, secara fundamental harga TBS bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Data Bursa Malaysia Derivatives BMD membuktikan bahwa, CPO sempat turun ke 4.450 ringgit/ton, tapi kini naik tajam ke 4.677 ringgit/ton. Di pasar domestik, tender CPO KPBN juga rebound ke Rp14.800/Kg setelah sempat ambruk ke Rp12.285/Kg pada 21 Mei 2026 kemarin.

2. Tekanan harga TBS lebih karena faktor kejutan jangka pendek

ilustrasi pohon kelapa sawit (pixabay.com/sarangib)

Gunawan menilai tekanan harga TBS lebih karena faktor kejutan jangka pendek. Pelaku usaha masih menunggu petunjuk teknis juknis ekspor lewat satu pintu.

“Pelaku usaha baik dalam maupun luar negeri belum sepenuhnya memahami mekanisme operasional PT DSI. Pasti ada perubahan besar juknis ekspor dari langsung ke masing-masing eksportir, berubah jadi satu pintu,” jelasnya.

3. Pemerintah minta fokus pulihkan kepercayaan pasar

Potret Perkebunan Sawit di Lampung (idntimes/silviana)

Dia meminta pemerintah fokus pulihkan kepercayaan pasar. Jangan sampai rantai pasok sawit hulu-hilir terganggu.

“Pastikan PT DSI mampu menutup kebocoran devisa ekspor. Karena petani alami tekanan daya beli dan masih menanggung rugi akibat perubahan tata niaga sawit di hilir,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article