Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
Upaya pengejaran yang dilakukan polisi membuahkan hasil. Keberadaan IG diketahui berada di sekitar Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.
"Dan pada Minggu (12/07/2026) dini hari atau hanya beberapa jam berselang setelah kejadian, tim gabungan berhasil menangkap terduga pelaku," katanya.
Setelah ditangkap, IG menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Tapsel. Dalam pemeriksaan awal, IG mengaku senapan angin yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut telah dibuang ke tepi sungai di sekitar Lorong I Kampung Sedikit, Kecamatan Angkola Selatan.
Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Namun saat proses pencarian berlangsung, terduga pelaku disebut berusaha melarikan diri dari pengawasan petugas.
"Pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, terduga pelaku mencoba melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.
Setelah pemeriksaan lanjutan, IG memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku senapan angin tersebut tidak dibuang ke sungai, melainkan disimpan di rumah kerabatnya di Desa Siopat-opat, Kecamatan Angkola Selatan.
Berdasarkan informasi tersebut, polisi bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin. "Dari lokasi tersebut petugas berhasil menangkap barang bukti," ujarnya.
Selain senapan angin, polisi juga menyita enam butir peluru serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
"Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan di Polres Tapanuli Selatan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," tuturnya.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut, termasuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
"Kami masih melakukan pendalaman terhadap motif, kronologi secara menyeluruh, serta seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara ini," ujarnya.
Kasat menegaskan, berdasarkan fakta sementara, korban diduga meninggal dunia akibat luka yang ditimbulkan oleh tembakan senapan angin yang mengenai bagian dada sebelah kiri. "Untuk kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban, kami tetap menunggu hasil autopsi. Hasilnya nanti akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan dan pembuktian perkara," pungkasnya.