Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekonomi Kreatif Sumut Digenjot, Gekrafs Diajak Turun ke Lapangan

Ekonomi Kreatif Sumut Digenjot, Gekrafs Diajak Turun ke Lapangan
ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Galeri Muu)
Intinya Sih
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan pentingnya kolaborasi nyata antara pemerintah dan Gekrafs untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
  • Bobby meminta Gekrafs menghadirkan edukasi dan kajian aplikatif agar pelaku usaha kecil mendapat pengetahuan bisnis, pemasaran, serta pengembangan produk yang relevan.
  • Fokus utama program ini adalah mendorong UMKM naik kelas dan mandiri, dengan dukungan aktif dari Gekrafs yang siap memperkuat perannya melalui pengukuhan pengurus baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times – Penguatan ekonomi kreatif di Sumatra Utara dinilai belum bisa berjalan sendiri.

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara terbuka meminta peran lebih aktif dari komunitas dan organisasi, termasuk Gekrafs, untuk benar-benar mendorong pelaku usaha kecil naik kelas.

1. Bobby tekankan kolaborasi, bukan sekadar formalitas

ilustrasi bisnis UMKM
ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Sogi .)

Pertemuan antara pemerintah provinsi dan DPW Gekrafs Sumut di Kantor Gubernur, Jumat (17/4/2026), jadi titik awal pembicaraan serius soal arah ekonomi kreatif. Bobby melihat sektor ini punya potensi besar, tapi butuh dorongan bersama agar bisa berkembang lebih cepat.

“Mengenai ekonomi kreatif ini merupakan tantangan kita bersama. Tentunya peran organisasi akan sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan pertumbuhan ekonomi kreatif di Sumatra Utara,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, kerja sama lintas sektor harus lebih dari sekadar pertemuan atau seremoni. Tanpa gerakan nyata, potensi ekonomi kreatif hanya akan berhenti di atas kertas.

2. Gekrafs diminta hadirkan edukasi yang bisa dipakai pelaku usaha

ilustrasi bisnis UMKM
ilustrasi bisnis UMKM (pexels.com/Noval Gani)

Selain kolaborasi, Bobby juga menyoroti fungsi organisasi. Ia tidak ingin Gekrafs hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret melalui edukasi dan kajian yang aplikatif.

“Kita harapkan ke depan terdapat edukasi atau kajian mengenai ekonomi kreatif ini yang dapat berdampak pada masyarakat luas dari hasil yang kita lakukan,” katanya.

Kebutuhan ini dianggap mendesak, terutama bagi pelaku usaha kecil yang masih kesulitan mengakses pengetahuan bisnis, pemasaran, hingga pengembangan produk. Tanpa pendampingan, sulit bagi mereka untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

3. Target Akhir: UMKM naik kelas dan lebih mandiri

Pelaku UMKM seperti pedagang kaki lima menghadapi tantangan kenaikan biaya usaha di tengah kebijakan PPN 12 persen.
Pelaku UMKM seperti pedagang kaki lima menghadapi tantangan kenaikan biaya usaha di tengah kebijakan PPN 12 persen. Sumber: Pixabay

Fokus utama yang ingin dicapai adalah peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil. Bobby menilai, jika UMKM bisa naik kelas, dampaknya akan langsung terasa terhadap ekonomi daerah.

“Yok, kita bareng berkolaborasi untuk mendorong produk dan pelaku usaha yang ada di Sumut untuk terus maju. Kita ingin pelaku usaha kecil dapat berkembang dan mandiri, dan salah satu dukungannya adalah melalui bantuan dari Gekrafs,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sumut, Fadhullah, menyatakan kesiapan organisasinya untuk terlibat lebih jauh. Ia juga mengungkapkan rencana pengukuhan pengurus pada 20 April 2026 sebagai langkah awal memperkuat peran Gekrafs di Sumut.

“Insya Allah, kami mengundang Pak Gubernur untuk hadir dalam acara pengukuhan tersebut. Gekrafs berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Provinsi demi pembangunan Sumatra Utara,” ungkap Fadhullah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More