Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pejabat Kota Tebing Tinggi kena OTT, Diduga Suap Terkait E-Katalog

Pejabat Kota Tebing Tinggi kena OTT, Diduga Suap Terkait E-Katalog
ilustrasi korupsi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Polda Sumut melakukan OTT di Pemko Tebing Tinggi dan menangkap pejabat berinisial E serta pihak swasta HA terkait dugaan suap proyek E-Katalog.
  • Beberapa pejabat Dinas Kominfo turut diperiksa, namun hanya E dan HA yang masih ditahan untuk pendalaman aliran dana suap.
  • E disebut sebagai keponakan Wali Kota Tebing Tinggi, namun polisi menegaskan penyidikan tetap objektif dan bisa memanggil siapa pun yang terlibat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tebingtinggi, IDN Times - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumatera Utara di lingkungan Pemko Tebing Tinggi membuka dugaan praktik suap dalam proyek digital.

Seorang pejabat berinisial E, yang disebut sebagai kerabat Wali Kota, ikut diamankan.

1. OTT seret pejabat dan pihak swasta

-
(Ilustrasi korupsi) IDN Times/Sukma Shakti)

Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (15/4/2026) malam. Dalam operasi tersebut, penyidik menangkap E yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Teknis Kerja (PPTK) di Dinas Kominfo Tebing Tinggi.

Selain itu, seorang pihak swasta berinisial HA juga ditangkap. Ia diketahui merupakan staf PT Whiz Digital Berjaya dan diduga berperan sebagai pemberi suap dalam proyek E-Katalog.

2. Sejumlah pejabat sempat ditahan

-
(Ilustrasi korupsi (IDN Times/Arief Rahmat)

Dalam pengembangan awal, penyidik turut membawa sejumlah pejabat lain untuk dimintai keterangan, termasuk Kepala Dinas Kominfo berinisial GR, bendahara, serta Kabid DS.

Namun, setelah pemeriksaan, sebagian pihak dipulangkan. Sementara itu, E dan HA masih ditahan untuk pendalaman lebih lanjut terkait dugaan aliran dana suap.

"Ya, ada OTT Kadis Kominfo dan beberapa pejabat di Dinas Kominfo bersama pihak swasta, tapi masih pendalaman. Sabar ya, kita tunggu petunjuk dari Pak Kapolda untuk ekspos," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.

3. Status keluarga jadi sorotan, penyidikan terus berkembang

ilustrasi korupsi
ilustrasi korupsi (pexels.com/Pixabay)

Kasus ini turut menjadi perhatian karena posisi E yang disebut sebagai keponakan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih. Selain itu, E juga pernah berada di lingkaran pemerintahan sebagai ajudan mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Meski begitu, penyidik menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan tanpa melihat latar belakang personal. Polisi bahkan membuka kemungkinan memanggil pihak lain, termasuk kepala daerah, jika ditemukan keterkaitan.

“Penyidik masih mendalami. Siapapun nantinya yang berkaitan dengan kasus itu akan kita panggil untuk dimintai keterangannya, tidak terkecuali Wali Kota Tebing Tinggi,” ungkapnya.

Hingga kini, Polda Sumut masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengurai dugaan praktik suap dalam proyek E-Katalog tersebut. Kasus ini pun berpotensi berkembang, seiring penelusuran aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More