Ini 6 Event Sumut Masuk KEN 2026, Ada Maniamolo Fest hingga SMI
- Enam event dari berbagai daerah di Sumatera Utara resmi masuk Karisma Event Nusantara 2026, menegaskan posisi provinsi ini sebagai destinasi unggulan nasional.
- Rangkaian festival menampilkan kekayaan budaya, tradisi, seni pertunjukan, dan kearifan lokal seperti Maniamölö Fest Nias Selatan hingga Samosir Music International.
- Setiap acara dirancang bukan hanya untuk hiburan, tapi juga memperkuat pelestarian budaya serta membuka ruang interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal.
Medan, IDN Times – Sumatra Utara kembali masuk dalam peta destinasi unggulan nasional melalui enam agenda yang terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Digelar di sejumlah daerah mulai dari Nias Selatan, Samosir, Medan, Karo, Batu Bara hingga Deli Serdang, rangkaian festival ini menampilkan kekayaan budaya, tradisi, seni pertunjukan, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas masing-masing daerah.
Tak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pariwisata, setiap event menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Simak nih, gelaran event yang ada di Sumut mulai Juni hingga Desember 2026. Catat tanggalnya ya guys.
1. Maniamölö Fest

Nias Selatan akan menggelar Maniamölö Fest 2026 pada 14-21 Juni mendatang. Festival yang berpusat di Desa Adat Hilisimaetanö ini menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya masyarakat Nias yang masih terjaga hingga saat ini. Berbagai tradisi khas akan ditampilkan, termasuk famadaya harimao yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2024.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan tarian perang kolosal hingga atraksi lompat batu yang menjadi ikon budaya Nias. Tidak hanya menjadi tontonan, Maniamölö Fest dirancang sebagai pengalaman budaya yang melibatkan interaksi langsung antara wisatawan dan masyarakat desa adat, sehingga pengunjung dapat merasakan kehidupan dan tradisi yang masih dijalankan secara turun-temurun.
2. Samosir Music International

Kabupaten Samosir kembali menjadi tuan rumah Samosir Music International yang akan berlangsung pada 2-4 Juli 2026. Ajang ini dirancang sebagai panggung kolaborasi musisi internasional, nasional, dan lokal untuk memperkenalkan kekayaan musik Batak kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui konsep orkestra yang memadukan unsur tradisional dan modern, festival ini menghadirkan pengalaman musikal yang berakar pada budaya masyarakat sekitar Danau Toba. Tidak sekadar konser, Samosir Music International juga menjadi ruang ekspresi seni yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat Batak dan terus berkembang mengikuti zaman.
3. Gelar Melayu Serumpun

Medan akan menjadi tuan rumah Gelar Melayu Serumpun pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026. Festival budaya ini menghadirkan seniman dan pelaku seni Melayu dari berbagai negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta sejumlah daerah di Indonesia.
Berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, berbagai pertunjukan seni akan ditampilkan mulai dari tari kolosal, musik tradisional, hingga orkestra Melayu. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat hubungan budaya antarkomunitas Melayu sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya melalui pertukaran seni dan tradisi.
4. Festival Bunga dan Buah Karo
Kabupaten Karo akan menggelar Festival Bunga dan Buah Karo pada 2-4 Juli 2026. Festival yang telah berlangsung sejak era 1980-an ini menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian dan kekayaan alam yang dimiliki daerah tersebut.
Berbagai kegiatan akan meramaikan festival, mulai dari karnaval mobil hias, peragaan busana berbahan ramah lingkungan, hingga pertunjukan seni budaya khas Karo. Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya menampilkan hasil bumi unggulan, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal yang masih menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
5. Gebyar Batubara Bertanjak

Batubara akan menggelar Gebyar Batu Bara Bertanjak pada 10-16 September 2026. Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Tanjak Sedunia sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya Melayu yang hidup di tengah masyarakat.
Tanjak, penutup kepala tradisional khas Melayu, menjadi simbol utama dalam perayaan tersebut. Melalui berbagai kegiatan budaya, festival ini ingin memperkenalkan tanjak tidak hanya sebagai pelengkap busana adat, tetapi juga sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi dan masih digunakan dalam kehidupan masyarakat Melayu Batu Bara hingga saat ini.
6. Berlabuh di Deli Serdang

Kabupaten Deliserdang akan menjadi tuan rumah festival Berlabuh di Deli Serdang pada 29-31 Oktober 2026. Festival ini menghadirkan beragam seni tari, musik, dan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka dan inklusif.
Kegiatan tersebut melibatkan seniman, komunitas budaya, hingga pelaku ekonomi kreatif yang akan berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan seni, aktivitas edukasi lintas generasi, dan interaksi budaya di desa wisata. Festival ini diharapkan menjadi sarana pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkuat posisi Deli Serdang sebagai ruang temu budaya Nusantara.



















