Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Remaja Hanyut di Sungai Tadukan Raga Deli Serdang Ditemukan Tewas
- Dua remaja perempuan yang hanyut di Sungai Tadukan Raga, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026). (Dok: SAR Medan)
  • Dua remaja perempuan, Afril (17) dan Febi (15), ditemukan meninggal pada Sabtu, 24 Oktober 2026, setelah hanyut di Sungai Tadukan Raga, Deli Serdang.
  • Keduanya terseret arus saat mencoba menyeberang sungai bersama teman pada 22 Oktober, setelah sebelumnya mandi di sungai; seorang teman berhasil selamat ke tepian.
  • Tim SAR gabungan menemukan Afril sekitar 1 kilometer dan Febi sekitar 7 kilometer dari lokasi kejadian pada hari ketiga pencarian, lalu mengevakuasi serta menyerahkan mereka kepada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dua remaja perempuan yang hanyut di Sungai Tadukan Raga, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026). Keduanya ditemukan pada hari ketiga pencarian oleh tim SAR gabungan setelah dilaporkan terseret arus sungai saat mencoba menyeberang pada Kamis (22/10/2026).

Kedua korban bernama Afril (17), warga Dusun V Desa Tadukan Raga, dan Febi (15), warga Dusun II desa yang sama. Afril ditemukan pukul 03.30 WIB, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Sementara itu, Febi ditemukan pukul 05.55 WIB di tepi sungai, sekitar 7 kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi kejadian.

Setelah ditemukan, kedua korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Peristiwa itu bermula pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Afril dan Febi bersama empat teman mereka sedang mandi di Sungai Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang.

Ketika mencoba menyeberangi sungai bersama seorang teman, Afril dan Febi terseret arus. Sementara itu, seorang teman mereka berhasil mencapai tepian sungai dengan selamat.

Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, tetapi kedua remaja tersebut belum ditemukan. Kepala Dusun Tungkusan, Warto, kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan enam personel tim penyelamat beserta peralatan SAR ke lokasi kejadian pada Kamis (22/10/2026). Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek STM Hilir, BPBD Deli Serdang, dan pemerintah setempat untuk melakukan pencarian.

Pada hari ketiga operasi, Sabtu (24/10/2026), tim SAR menerima informasi dari masyarakat yang bekerja sebagai penambang pasir mengenai penemuan jasad di sekitar aliran sungai. Tim segera bergerak ke lokasi dan menemukan Afril pada pukul 03.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Pencarian kemudian dilanjutkan untuk menemukan Febi. Pada pukul 05.55 WIB, korban kedua ditemukan mengapung di tepi sungai, sekitar 7 kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi awal kedua remaja tersebut dilaporkan hanyut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unsur SAR.

“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan upaya pencarian secara terkoordinasi sejak laporan kejadian diterima. Pencarian dilakukan melalui berbagai metode dan dengan dukungan peralatan SAR hingga kedua korban berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi,” ujarnya.

Selama operasi pencarian, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir area sekitar lokasi kejadian menggunakan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye dan perahu rigid inflatable boat (LCR) hingga sekitar 1 kilometer ke arah hilir sungai.

Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran melalui jalur darat dari lokasi kejadian sejauh kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir. Operasi ini juga didukung sejumlah peralatan, antara lain perahu rafting, drone thermal, perlengkapan penyelamatan di air, alat komunikasi, lampu penerangan, dan alat pelindung diri.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anak saat bermain atau mandi di sungai dan tidak membiarkan mereka beraktivitas di perairan tanpa pendampingan orang dewasa,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai serta tidak memaksakan diri menyeberang apabila situasi tidak aman. Dalam keadaan darurat yang mengancam keselamatan jiwa, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat SAR melalui nomor 115.

Curated For You

Editorial Team

Related Article