ilustrasi cctv (freepik.com/fabrikasimf)
Aiptu Dedek menjelaskan, kejadian bermula pada Senin sore sekira pukul 17.30 WIB. Ketika istri korban, dr YM (31), yang bertugas di rumah sakit itu, mencoba menghubungi telepon genggam suaminya, namun didapati sudah tidak aktif.
Sang istri kemudian berupaya mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui posisinya.
Upaya pencarian hingga menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu juga tidak membuahkan hasil.
"Merasa ada yang janggal, istri korban bersama petugas keamanan RSUD kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas CCTV," jelasnya.
Berdasarkan rekaman CCTV di bagian Radiologi, korban terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan pos security II menuju ke arah luar.
Karena belum ditemukan, akhirnya pencarian korban dilanjutkan pada pagi tadi. Petugas keamanan sempat menanyakan kembali keberadaan korban kepada seluruh tenaga medis dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak, namun masih nihil.
"Siang tadi, tiga orang saksi yang terdiri dari dua petugas satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), serta seorang pengemudi ambulans Selamat (55), berinisiatif menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV," ujar Aiptu Dedek.
Saat saksi Arif Syahdu memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area rumah sakit untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang tidak bernyawa di tengah semak belukar.
Atas ditemukannya korban, pihak kepolisian mendapatkan keterangan awal dari sang istri, bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan di dalam rumah tangga mereka yang baru berjalan sekitar dua tahun.