Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)
Rico mengatakan Pemko Medan berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri.
"Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta," kata Rico Waas.
Menurutnya, ada orang yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi diberikan talenta yang lebih. Karena itu masyarakat Kota Medan harus diberi ruang kesempatan.
Rico juga mengingatkan tantangan dunia kerja saat ini sudah tidak normatif lagi. Perusahaan menuntut pekerja yang adaptif terhadap teknologi digital dan memiliki komunikasi yang baik.
Dia mencontohkan sektor humas kini wajib menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva. Dunia barista juga harus terus memperbarui menu-menu modern.
"Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti ini menjadi kunci agar tenaga kerja lokal tidak tersisih," ujarnya.
Selain hard skill, Rico menekankan pentingnya integritas agar para pekerja bisa bertahan lama di tempat kerja.
"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," tambah Rico.
Dalam kesempatan itu, Rico melihat besarnya potensi sektor informal dan UMKM seperti penata rias dan penata busana. Ia mencontohkan saat acara Apeksi lalu, permintaan jasa makeup artist di Kota Medan sempat habis karena tingginya kebutuhan dari luar kota.