Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dari Barista Hingga Kerja ke Jepang,Pemko Medan Berdayakan Disabilitas
Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)
  • Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka pelatihan kerja bagi 100 peserta, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan, untuk menciptakan ruang kerja inklusif dan berkeadilan.
  • Pemko Medan bekerja sama dengan Bank BJB membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, serta mendorong wirausaha agar masyarakat memperoleh penghasilan lebih luas.
  • Peserta pelatihan akan mendapat sertifikasi BNSP, SIO, dan SIM sesuai bidangnya; program ini juga melibatkan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya Utama melalui penandatanganan MoU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Juli 2026

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Pelatihan Kerja di BBPVP Medan. Sebanyak 100 peserta, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan, mengikuti pelatihan berbagai bidang.

6–24 Juli 2026

Pelatihan barista dan safety riding berlangsung selama 7 hari, sedangkan pelatihan forklift dan tata kecantikan berlangsung selama 18 hari. Peserta akan memperoleh sertifikasi BNSP, SIO, dan SIM sesuai keahlian.

tahun ini

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan menyampaikan fokus program pada penyerapan lulusan industri dan perluasan inklusivitas sosial. Pemko Medan juga menjalin kerja sama dengan Bank BJB serta dua LPK untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang.

kini

Pemko Medan terus memperluas peluang kerja bagi penyandang disabilitas dan masyarakat umum melalui pelatihan vokasi serta kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga internasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Medan membuka program pelatihan kerja bagi 100 warga, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan, untuk meningkatkan keterampilan di berbagai bidang seperti barista, safety riding, forklift, dan tata kecantikan.
  • Who?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin pembukaan kegiatan bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Peserta terdiri dari 20 penyandang disabilitas, 40 perempuan, serta puluhan warga lainnya.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Kecamatan Sunggal, serta melibatkan kerja sama dengan beberapa perusahaan dan lembaga pelatihan.
  • When?
    Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026. Program berlangsung selama tujuh hingga delapan belas hari tergantung jenis pelatihannya.
  • Why?
    Program ini bertujuan menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi masyarakat Kota Medan serta memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di dalam maupun luar negeri.
  • How?
    Pemko Medan bekerja sama dengan Bank BJB dan dua Lembaga Pelatihan Kerja untuk pendanaan serta sertifikasi peserta melalui BNSP. Peserta juga memperoleh SIM atau SIO sesuai bidang keahlian masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Wali Kota Medan namanya Pak Rico bilang semua orang boleh kerja, walau punya kekurangan. Ada 100 orang ikut belajar kerja, ada yang belajar jadi barista, naik motor aman, pakai alat berat, dan dandan cantik. Mereka nanti dapat sertifikat dan bisa kerja di Medan atau ke Jepang. Sekarang mereka lagi semangat belajar supaya bisa mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Program pelatihan kerja yang digagas Pemko Medan menunjukkan langkah nyata menuju keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Dengan melibatkan penyandang disabilitas, perempuan, serta berbagai sektor keterampilan, kegiatan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat integritas pribadi dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN TimesWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan setiap warga berhak mendapat kesempatan kerja yang sama. Kekurangan fisik bukan menjadi penghalang untuk sukses.

Hal itu disampaikan Rico saat membuka Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, Senin 6/7/2026.

Sebanyak 100 warga mengikuti pelatihan. Rinciannya 20 penyandang disabilitas dilatih menjadi barista profesional, 40 perempuan menjadi peserta safety riding, 20 orang pelatihan alat berat forklift, dan 20 orang pelatihan tata kecantikan.

1. Ciptakan ruang kerja yang adil

Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Rico mengatakan Pemko Medan berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri.

"Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta," kata Rico Waas.

Menurutnya, ada orang yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi diberikan talenta yang lebih. Karena itu masyarakat Kota Medan harus diberi ruang kesempatan.

Rico juga mengingatkan tantangan dunia kerja saat ini sudah tidak normatif lagi. Perusahaan menuntut pekerja yang adaptif terhadap teknologi digital dan memiliki komunikasi yang baik.

Dia mencontohkan sektor humas kini wajib menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva. Dunia barista juga harus terus memperbarui menu-menu modern.

"Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti ini menjadi kunci agar tenaga kerja lokal tidak tersisih," ujarnya.

Selain hard skill, Rico menekankan pentingnya integritas agar para pekerja bisa bertahan lama di tempat kerja.

"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," tambah Rico.

Dalam kesempatan itu, Rico melihat besarnya potensi sektor informal dan UMKM seperti penata rias dan penata busana. Ia mencontohkan saat acara Apeksi lalu, permintaan jasa makeup artist di Kota Medan sempat habis karena tingginya kebutuhan dari luar kota.

2. Melalui media sosial hingga ruang promosi bisnis mandiri kini jauh lebih mudah diakses 45

Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Sebagai solusi mengatasi kepadatan lapangan kerja di dalam kota, Pemko Medan juga melirik peluang kerja ke luar negeri. Rico mengapresiasi program pembiayaan dari Bank BJB yang siap memfasilitasi calon pekerja melalui skema seperti KUR untuk mengikuti pelatihan di LPK sebelum diberangkatkan, salah satunya ke Jepang sebagai tenaga okupasi atau caregiver.

"Kita perlu bekerja maksimal, tidak hanya di Kota Medan saja yang ruangnya bisa jadi sudah penuh. Wirausaha kita dorong, lapangan kerja di luar juga kita buka, agar seluruh masyarakat Kota Medan mendapatkan penghasilan untuk memberikan dampak baik bagi keluarganya," pungkas Rico.

3. Ada 100 peserta dapat sertifikat BNSP hingga SIM

Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menyampaikan program tahun ini fokus pada kepastian penyerapan lulusan di dunia industri serta perluasan inklusivitas sosial.

Pelatihan berlangsung mulai 6 Juli 2026. Pelatihan barista dan safety riding selama 7 hari. Pelatihan alat berat forklift dan tata kecantikan selama 18 hari.

"Seluruh peserta yang lulus dipastikan mengantongi legalitas profesional, mulai dari sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) yang relevan dengan keahliannya," ucap Ramadan.

Disnaker juga telah turun ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Melalui pertemuan dengan PT KINRA dan puluhan tenant, kebutuhan riil tenaga kerja telah dipetakan untuk diisi pencari kerja asal Kota Medan.

Pemko Medan juga memperluas jangkauan ke pasar internasional dengan menggandeng Bank BJB untuk dana talangan calon tenaga kerja ke Jepang. Program ini didukung dua Lembaga Pelatihan Kerja berstatus Sending Organization yang akan segera disahkan sebagai mitra resmi.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemakaian tanda peserta oleh Rico Waas. Ia juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Disnaker Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya Utama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article