Pernahkah anak tiba-tiba mengomentari bentuk tubuh atau penampilan seseorang di tempat umum? Situasi seperti ini sering membuat orang tua merasa canggung, apalagi jika ucapan tersebut berpotensi menyinggung perasaan orang lain.
Meski terdengar polos, kebiasaan mengomentari fisik seseorang bisa menjadi awal munculnya perilaku body shaming jika tidak diarahkan dengan baik. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenalkan nilai empati, rasa hormat, dan penerimaan terhadap perbedaan sejak usia dini.
Anak-anak pada dasarnya belajar dari lingkungan sekitar. Cara orang tua berbicara, bersikap, hingga menanggapi perbedaan fisik orang lain akan menjadi contoh yang mudah mereka tiru dalam kehidupan sehari-hari.
Mengajarkan anak untuk tidak menilai orang berdasarkan penampilan bukan hanya membantu mereka terhindar dari perilaku body shaming, tetapi juga membentuk karakter yang lebih peduli, menghargai sesama, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Lalu, bagaimana cara menanamkan sikap tersebut kepada anak? Berikut lima langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih empatik dan menghargai setiap orang apa adanya.
