Salah satu ahli waris BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara saat Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026) (Dok.BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara)
Hal inilah yang turut dirasakan Maisarah, seorang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berusaha kembali menata kehidupannya setelah ditinggal sang suami tercinta Maret 2026 lalu. Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Meyasarah mendapatkan pendampingan melalui PEKA. Berbekal pelatihan dan pendampingan yang diterimanya, perlahan ia mulai bangkit dan kini merintis usaha kue tradisional sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya.
Pada momentum Harpelnas tersebut, produk usaha Maiarah dipasarkan di Kantor Cabang Medan Utara dan dibagikan ke peserta yang hadir. "Suami saya meninggal Maret 2026. Jadi setelah itu saya berjualan memanfaatkan dana santunan dari BPJS. Sebenarnya dari dulu pengin jualan, jadi mau gak mau, kalau mau kerja, kalau ninggalin anak gak sempat," kata Maisarah.
Maisarah kemudian membuka usaha itu di depan rumahnya. Mulai dari jual makanan sarapan, nasi goreng, puding, salad, jus dan lainnya. "Alhamdulillah suami saya ikut semua program, JHT, pensiun dan lainnya dari kantornya. Urusnya juga mudah. Walaupun suami kita gak ada tetap ngasi manfaat, bahkan anak kita juga ditanggung jawabi sampai kuliah secara bertahap," tambahnya.
Ia mengatakan mendapatkan pelatihan dari BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi bekal untuk memulai usaha. "Sebelumnya kami mendapat pelatihan, kalau dapat uang itu dapat digunakan untuk usaha," pungkasnya.