Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Asap Karhutla Tak Terdeteksi di Sumut, Termasuk Medan
Citra sebaran asap di Wilayah Sumatra, Jumat (25/6/2026). (BBMKG Wilayah I)
  • Warga Medan mengeluhkan bau asap dan udara berkabut pada 25 September 2026, tetapi BBMKG Wilayah I Medan tidak mendeteksi sebaran asap karhutla di Sumatra Utara.
  • Citra satelit Himawari-9 menunjukkan asap berada di Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung; arah angin cenderung membawa asap ke barat laut.
  • BMKG menyebut kondisi udara Medan dapat dipengaruhi polusi lokal atau konsentrasi polutan atmosfer, sambil terus memantau lima hotspot berstatus kepercayaan medium di Sumatra Utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Sejumlah masyarakat mengeluhkan kondisi udara di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (25/9/2026). Warga menyebut, kondisi udara diduga terpapar asap Karhutla.

“Sore ini agak berbeda udaranya. Ada bau asap,” ujar Eka, warga Medan Johor, Kota Medan.

1. Tidak mendeteksi asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumut

Pantauan karhutla di kawasan Gunung Buthak. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Namun amatan dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan tidak mendeteksi asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra Utara, termasuk Kota Medan. Ini berdasarkan pemantauan citra sebaran asap melalui satelit Himawari-9, pada Kamis, 25 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Forecaster BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, mengatakan citra Himawari-9 menunjukkan sebaran asap berada di sejumlah wilayah, yakni Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung.

2. Sumatra Utara tidak teridentifikasi sebagai wilayah sebaran asap.

ilustrasi asap karhutla yang menyebar ke negara tetangga (commons.wikimedia.org/Jacklee)

Sementara itu, Sumatra Utara tidak teridentifikasi sebagai wilayah sebaran asap. Arah angin juga menunjukkan asap dari Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung cenderung bergerak ke arah barat laut.

“Tidak terdeteksi sebaran asap Karhutla di wilayah Sumatera Utara maupun yang mengarah ke Kota Medan,” ujar Putri.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang mencium bau asap atau melihat udara berkabut di Kota Medan belum dapat langsung menyimpulkan bahwa kondisi tersebut berasal dari paparan asap karhutla.

Putri menjelaskan, kondisi udara yang dirasakan masyarakat bisa saja berasal dari polusi lokal atau kondisi atmosfer yang menyebabkan polutan lebih terkonsentrasi di permukaan.

“Jadi belum tentu merupakan asap Karhutla. Apalagi beberapa hari terakhir pemberitaan terkait Karhutla dan sebaran asap di wilayah Sumatera cukup banyak, sehingga masyarakat menjadi lebih waspada dan cenderung mengaitkan kondisi udara yang berbau asap dengan Karhutla,” katanya.

3. Terdeteksi ada lima titik hotspot di Sumatra Utara

ilustrasi asap karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

Meski demikian, BMKG tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot, sebaran asap, arah angin, dan kondisi kualitas udara.

Sementara itu, untuk titik panas (hotspot) saat ini terdeteksi ada lima titik di Sumatra Utara. Titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan medium.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BBMKG Wilayah I Medan terkait perkembangan kondisi atmosfer dan kualitas udara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article