Antrean BBM di SPBU Jalan Sei Serayu Kota Medan, Selasa (14/7/2026). (Prayugo Utomo/IDN Times)
Kata Bobby, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasi kelamngkaan BBM ini. Meski pun, baik Bobby dan Pertamina tidak menyebut pasti, kapan kelangkaan akan berakhir.
Sebelumnya, Pertamina juga sama sekali tidak menjelaskan, kenapa kelangkaan itu terjadi. Pemecatan sopir yang disebut Bobby, tidak diungkap dalam siaran pers yang beredar kepada awak media.
Justru siaran pers PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut seakan bertolak belakang dengan pernyataan Bobby. Dalam siaran persnya, Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga – Subholding Downstream menyebut pihaknya melakukan langkah percepatan distribusi.
“Sebagai langkah percepatan, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam setiap hari, memperkuat kapasitas distribusi melalui penambahan 15 unit Mobil Tangki (MT) dan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan, serta melakukan penyesuaian pola penyaluran dengan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan,” tulis Fahrougi dalam siaran pers, Senin malam.
IDN Times kembali sudah berupaya mengonfirmasi Fahrougi ihwal apa sebenarnya penyebab kelangkaan BBM itu. Termasuk soal isu dugaan mogok masal sopir karena permasaalahan pembayaran gaji. Namun, hingga berita ini diturunkan redaksi, Fahrougi tidak menjawab konfirmasi itu.