AKBAR Ajak Pengendara Nyalakan Klakson, Simbol Kemarahan ke Pemerintah

Medan, IDN Times – Massa Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatra Utara menggelar unjuk rasa di Kota Medan, Kamis (18/6/2026). Unjuk rasa yang diikuti lebih dari 30 massa itu digelar di pertigaan Jalan Raden Saleh – Balai Kota.
Berbeda dengan kelompok massa lainnya, AKBAR Sumut tidak melakukan aksi pemblokiran jalan. Massa AKBAR malah membuka jalan untuk pengendara. Mereka justru marah ketika polisi melakukan pemblokiran.
Massa yang semula menggelar aksi di pertigaan, bergerak pindah ke perempatan Kesawan – London Sumatra (lonsum). Mereka kemudian membentang poster dan berorasi.
Isi posternya unik. Mereka justru meminta pengendara membunyikan klakson sekencang-kencangnya. “Bunyikan klakson jika marah dengan pemerintah,” ujar orator lewat pengeras suara.
Para pengendara pun langsung merespon. Mereka langsung membunyikan klakson sambil menyapa massa. Bahkan beberapa pengendara langsung mengacungkan jempol tanda dukungan.
Dari perempatan itu, massa bergeser ke arah kawasan Kesawan. Lantaran polisi mengalihkan lalu lintas ke arah Jalan Perdana. Di pertigaan Jalan Perdana, massa kembali meminta pengendara menyalakan klakson.
Dirga, koordinator aksi mengatakan, aksi meminta pengendara untuk menyalakan klakson ini sebagai simbol kemarahan terhadap pemerintah. AKBAR Sumut ingin, masyarakat memberikan dukungan unjuk rasa dan meluapkan kemarahan lewat suara klakson yang panjang.
“Kita sadar, kita semua sama-sama sadar bahwa hari ini bukan cuma kami-kami saja yang marah, tapi hampir semua lapisan masyarakat marah. Dengan mulai bagaimana rupiah yang tidak kunjung membaik, kemudian juga harga Pertamax yang semakin mahal. Kita paham, kita sadar bahwa hampir semua orang di negara ini marah. Bagaimana caranya agar kita bisa merangkul semua kemarahan, kita mengajak mereka membunyikan kelakson,” ujar Dirga.
Dalam aksi itu, penggulingan rezim Prabowo – Gibran menjadi tuntutan utama. Menurut AKBAR Sumut, pemerintahan di bawah Prabowo – Gibran telah membawa masyarakat semakin sengsara. Kebijakan yang diterbitkan sama sekali dinilai tidak pro terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Tuntutan-tuntutan mengenai ekonomi, bagaimana penguatan rupiah, kami menuntut, bagaimana harga BBM bisa dikembalikan lagi,” ujarnya.
Mereka juga mendesak pemerintah agar menghentikan seluruh kebijakan yang dinilai sebagai pemborosan keuangan negara. Terutama Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Unjuk rasa sempat diwarnai ketegangan. Massa sempat menyetop rombongan kepolisian dari Korps Brimob. Armada Meriam air hingga kendaraan taktis lainnya sempat dipaksa massa untuk menyalakan klakson.
Ketegangan tidak berlangsung lama. Massa akhirnya mengizinkan rombongan kepolisian melintas.


















