Gas LPG berbagai ukuran di Koperasi Kelurahan Merah Putih, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)
Meski pembangunan fisik terus berjalan, Pemprov Sumut menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan yang berdiri. Kesiapan kelembagaan dan keberlanjutan usaha menjadi aspek yang turut mendapat perhatian.
Ady menyebut sejumlah daerah menunjukkan perkembangan yang cukup cepat. Salah satunya Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang progres pembangunan Koperasi Merah Putihnya telah mencapai lebih dari 64 persen dari target yang ditetapkan.
Ke depan, Dinas Koperasi dan UKM Sumut akan memprioritaskan penguatan sumber daya manusia pengurus koperasi. Menurut Ady, sebagian besar pengelola masih membutuhkan pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, hingga penguatan kemitraan agar koperasi mampu mengelola modal anggota secara profesional.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis koperasi Merah Putih dapat segera hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan ekosistem simpan pinjam serta unit layanan lainnya,” ujarnya.