Bagi penggemar otomotif, membeli mobil bekas bukan sekadar mencari kendaraan dengan harga terjangkau. Ada faktor lain yang tak kalah penting untuk diperhitungkan, yaitu depresiasi atau penurunan nilai mobil dari waktu ke waktu.
Hal ini penting terutama bagi kamu yang berencana menjual kembali mobil tersebut di kemudian hari. Semakin tinggi tingkat depresiasinya, semakin besar pula potensi selisih antara harga saat membeli dan harga ketika mobil dijual kembali.
Tidak semua mobil mengalami penurunan harga dengan tingkat yang sama. Beberapa model bahkan memiliki depresiasi yang cukup tajam, sehingga pemilik berpotensi mengalami kerugian lebih besar saat menjualnya kembali.
Karena itu, jangan hanya tergiur harga beli yang murah. Sebelum memutuskan membeli mobil bekas, ada baiknya mengetahui seberapa besar nilai jualnya berpotensi turun.
Lantas, mobil bekas apa saja yang mengalami depresiasi terbesar? Berikut beberapa model yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membelinya.
