Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Atasi Burnout buat Freelancer, Supaya Terus Produktif!
ilustrasi freelancer burnout (istock.com/Tetiana Soares)

Burnout memang wajar terjadi pada semua pekerjaan. Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh IPSE, dua dari lima freelancer dilaporkan mengalami burnout. Temuan tersebut selaras dengan studi oleh Journal of Research in Marketing and Entrepreneurship.

Menurut Journal of Research in Marketing and Entrepreneurship freelancer dan pengusaha lebih rentan mengalami burnout dibanding pekerjaan lain. Meskipun sering terjadi, freelancer sebisa mungkin harus menghindari burnout. Berikut 4 tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi burnout buat freelancer!

1. Kenali gejala burnout

ilustrasi burnout pada freelancer (istock.com/StudioMikara)

Burnout tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa gejala yang kerap muncul pada freelancer sebelum situasi jadi tidak terkendali. Gejala tersebut seperti:

  • Kelelahan secara terus menerus
  • Kepala pusing terus menerus
  • Nyeri otot dan gangguan pencernaan
  • Imun turun dan sering sakit
  • Kehilangan motivasi dan putus ada
  • Sering menangis tiba-tiba
  • Malas untuk bekerja dan menunda-nunda pekerjaan
  • Mudah tersinggung dan frustasi
  • Kesulitan tidur, dan sebagainya.

Ketika gejala-gejala tersebut mulai muncul, sebaiknya kamu mengambil tindakan. Kamu bisa mengatasinya dengan mengubah lingkungan kerja dan gaya hidupmu. Serta, lakukanlah istirahat dan batasi mengambil pekerjaan baru. Dengan menyadari gejala awalnya, kamu pun bisa mengantisipasi burnout.

2. Buat boundaries

ilustrasi burnout pada freelancer (istock.com/ChayTee)

Kadang klien mengirimi pekerjaan mendesak pada freelancer. Apalagi pekerjaan tersebut dikirim di luar jam kerja atau waktu istirahatmu. Satu atau dua kali mungkin bisa dimaklumi, tapi jika terjadi berulang kali bisa bikin bibit burnout timbul.

Sebagai freelancer, menolak pekerjaan diluar jam kerja terasa disayangkan. Namun, jika kamu tidak memiliki batasan yang jelas, kebiasaan tersebut berbahaya untuk produktivitas.

Cobalah untuk menentukan jam kerja secara pasti. Misalnya, jam kerjamu mulai pukul delapan pagi hingga pukul lima sore tiap weekday. Beritahu juga pada klien untuk menghubungi pada jam kerja. Sehingga, di luar jam kerja kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan mendadak dan mengorbankan waktu istirahatmu.

3. Jangan lupakan me time

ilustrasi me time (pexels.com/Karolina Kaboompics)

Freelancer sering kali meremehkan power dari me time. Me time dianggap membuang-buang waktu atau uang. Waktu yang bisa digunakan untuk bekerja malah dibuat melakukan hal lain. Padahal, me time bisa jadi salah satu cara kamu untuk recharge energi dan menghindari burnout.

Kamu tidak perlu staycation mahal dan berhari-hari untuk me time. Cukup luangkan waktu di weekend untuk istirahat dan melakukan hobi yang disukai sebagai bentuk me time. Kebiasaan ini akan menghindarkan dari kelelahan jangka pendek dan memelihara produktivitas pekerjaanmu.

4. Cari bantuan profesional dan orang sekitar

ilustrasi mencari bantuan profesional (pexels.com/ SHVETS production)

Meskipun kerap bekerja sendiri, bukan berarti freelancer tidak butuh bantuan orang sekitar. Menahan semua tanggung jawab dan beban sendirian bisa membuatmu gampang kelelahan hingga burnout. Saat pekerjaan terasa overwhelmed, kamu bisa cari dukungan orang sekitarmu.

Dukungan tersebut bisa datang dari anggota keluarga hingga grup freelancer yang kamu ikuti. Lakukanlah aktivitas bersama mereka untuk mengurangi perasaan sendirian. Aktivitas seperti ngopi bersama, saling menginap, hingga menonton film bisa jadi pilihan.

Selain itu, jika dirasa keadaanmu makin parah, kamu bisa mempertimbangkan bantuan profesional. Pihak profesional akan membantumu mencari tahu akar dari permasalahan yang kamu hadapi. Mereka juga akan membantu dalam menentukan solusi dan perawatan terbaik untuk kamu.

Bekerja sebagai freelancer mungkin terlihat nyaman. Namun, tanpa disadari freelancer rentan mengalami kelelahan yang berujung burnout. Menerapkan tips yang sudah disebutkan dapat membantumu menghindari burnout. Menghindari burnout bisa jadi langkah meningkatkan produktivitas dan cuanmu!

 

Editorial Team

Related Article