Waspada Mycoplasma Pneumonia, Dinkes Medan Anjurkan Pakai Masker

Medan, IDN Times - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Pocut Fatimah Fitri mengimbau warga Medan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Mycoplasma Pneumonia. Hal ini berkataian dengan surat edaran yang ditujukan ke Kepala Puskesmas Se-Kota Medan, dan Direktur Rumah Sakit di Kota Medan, pada Jumat (8/12/2023). Surat ini ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Taufik Ririansyah.
Untuk itu, dikatakan Pocut agar masyarakat bisa mengenakan masker. Namun, kini belum ada pembagian masker dari pihak Dinas Kesehatan Kota Medan.
"Pemakaian masker dianjurkan, tidak ada pembagian masker," ucapnya.
1. Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa COVID-19

Dari surat edaran tersebut, disebutkan bahwa Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa COVID-19. Pathogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama dan penyebarannya memerlukan waktu yang cukup lama sehingga disebut sebagai Walking Pneumonia.
Mycoplasma merupakan salah satu penyebab pneuomonia di masyarakat yang paling banyak dampaknya pada anak- anak, selain itu adanya trend kenaikan kasus Covid di Kota Medan.
“Berkenaan dengan hal diatas perlu dilakukan kewaspadaan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya penyakit Mycoplasma Pneumoni dan Menigkatnya Kasus Covid di Kota Medan. (Surat Edaran terlampir), dan menghadapi perayaan Natal & Tahun Baru tahun 2023-2024 akan terjadi peningkatan mobilisasi Masyarakat oleh sebab itu dianjurkan kepada masyarakat agar memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan tetap menjaga Kesehatan,” demikian isi keterangan dalam surat tersebut.
2. Penyakit ini salah satu penyebab pneuomonia di masyarakat

Kemudian, untuk lembaran kedua ditujukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur Rumah Sakit Kabupaten/Kota, Kepala Kantor KKP Kelas I Medan, Kepala BBTKLPP Kelas I Medan, dan Kepala Puskesmas Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara.
“Menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : PM.03.01/C/4732/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia. WHO mendefenisikan adanya sinyal undiagnosed Pneumonia pada anak di Cina yang di publikasikan di ProMed tanggal 22 November 2023,” tertulis.
Mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa COVID-19. Pathogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama dan penyebarannya memerlukan waktu yang cukup lama sehingga disebut sebagai Walking Pneumonia. Mycoplasma merupakan salah satu penyebab pneuomonia di masyarakat yang paling banyak dampaknya pada anak-anak.
3. Mendeteksi adanya sinyal undiagnosed pneumonia pada anak di China

Sebelumnya media China menginformasikan adanya peningkatan kasus Mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023, 3/4 pasien di diagnosis sebagai infeksi Mycoplasma. Berdasarkan laporan epidemiologi nampak peningkatan kasus Mycoplasma Pneumoniae (40 persen), influenza, SARS COV-2 dan lain-lain.
Di negara China mycoplasma memang menjadi causa terbanyak pada kasus pneumonia. Adanya peningkatan kasus rawat jalan dan rawat inap pada anak yang disebabkan mycoplasma pneumoniae sejak Mei 2023 dan RSV, Adenovirus dan Influenza sejak Okt 2023 dimana saat ini sudah terjadi penurunan.



















