Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Vinny Lebih Suka Membaca Buku di Perpustakaan Dibanding e-Book
Salah satu pengunjung yang membaca buku didepan Perpustakaan Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Medan, IDN Times - Vinny Aquilla sebagai salah satu pengunjung di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara mengakui bahwa dirinya memilih untuk membaca buku fisik di Perpustakaan daripada secara digital.

“Ini baru pulang dari sekolah langsung kesini. Dari awal kesini karena penasaran sama tempat dan isinya, saya personal itu lebih suka baca buku itu fisik dan di Medan ini memang Perpustakaan paling lengkap menurut saya itu disini. Dan saya lebih suka kesini karena jarang dari tempat saya tinggal lumayan dekat,” ucapnya pada IDN Times.

1. Buku yang dicari anak sekolah di perspus biasanya terkait tugas

Salah satu pengunjung yang membaca buku didepan Perpustakaan Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurutnya, saat ini anak-anak seusia dia sudah berkurang untuk membaca buku fisik. Apalagi datang ke perpustakaan, terkecuali mencari buku yang tidak ada dibeli atau disekolah untuk tugas dari guru.

Dia juga mengatakan buku yang sering dibaca olehnya adalah buku yang dipelajari nantinya disekolah.

“Lebih ke buku yang mau dipelajari di sekolah, karena saya masih jadi murid yang duduk dibangku sekolah SMA kelas XI di SMA Muhammadiyah 1 Medan.

2. Bisa membaca lebih dari 6 jenis buku

Salah satu pengunjung yang membaca buku didepan Perpustakaan Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Vinny memilih untuk membaca buku sebanyak 6 atau lebih dalam satu hari. Meskipun, tidak langsung habis dibaca. Dari tahun 2023, dia sudah sering datang ke perpus.

“Melihat kondisi perpustakaan, menurut saya lengkap dan fasilitasnya cukup bagus karena saya lihat setahun lihat perkembangan fasilitasnya lebih baik. Mereka juga memanfaatkan digital dari kartu member atau anggota untuk masuk kesini. Kartunya digital dan fisik,” katanya.

3. Diingatkan bahwa informasi melalui digital yang beredar lebih disaring untuk menghindari hoaks

Suasana gedung Perpustakaan Provinsi Sumatera Utara (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dia mengingatkan bahwa, orang-orang yang ingin mengambil informasi melalui digital yang saat ini beredar lebih disaring lagi. Sebab, menurutnya, bisa masih banyak hoaks atau hal yang gak benar disebar luaskan.

“Menurut saya buku yang sudah dirilis secara legal sebaiknya dibaca (buku fisiknya). Karena tanpa izin dari yang berwenang itu rasanya rugi banget jadi menurut saya hargailah yang menulis buku tersebut,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article