Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tolak BBM Naik, Mahasiswa Binjai: Di Mana Hati Nurani Pak Presiden?

Tolak BBM Naik, Mahasiswa Binjai: Di Mana Hati Nurani Pak Presiden?
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Binjai, IDN Times - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Mahasiswa (GERAM) Kota Binjai, Sumatera Utara, menggelar aksi unjukrasa damai menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (08/09/2022) pagi.

Aksi turun ke jalan ini diawali mahasiswa dengan berkumpul di Lapangan Merdeka Kota Binjai, dan selanjutnya menggelar konvoi berkendara menuju Jalan LIntas Sumatera (Jalinsum), kawasan Simpang Awas, Kota Binjai, Sumatra Utara.

1. Menolak kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM

Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Sembari membawa bendera merah-putih, serta berbagai poster dan spanduk bertuliskan sikap penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga BBM, mahasiswa tidak henti-hentinya bernyanyi dan berorasi mengkritik kebijakan pemerintah yang mereka anggap tidak pro-rakyat.

"Naik-naik, BBM naik. Tinggi-tinggi sekali. Kiri-kanan ku lihat saja, banyak jeritan rakyat," seru para mahasiswa, yang mendapat pengawalan ketat puluhan petugas gabungan dari Polres Binjai, Kodim 0203/Langkat, dan Dinas Perhubungan Kota Binjai.

2. Mahasiswa menilai pengalihan anggaran subsidi BBM untuk BLT bukan solusi

Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

 

Setiba di Simpang Awas Kota Binjai, mahasiswa pun kembali berorasi. Dengan dipandu beberapa orator, mahasiswa berulang kali menegaskan sikap mereka menolak kenaikan harga BBM oleh Pemerintah Republik Indonesia per 3 September 2022.

Mereka bahkan menilai pengalihan anggaran subdidi BBM untuk pengadaan bantuan langsung tunai (BLT) bukanlah solusi yang tepat, karena justru membuat rakyat semakin tergantung dan tidak mampu mandiri.

"Hari ini, kami mahasiswa Indonesia menuntut keadilan. Sebab pemerintah sudah peduli dengan kondisi rakyatnya. Rakyat Indonesia dibiarkan sengsara. Kami tidak akan pulang sebelum BBM turun. Hidup mahasiswa. Hidup rakyat Indonesia," teriak Ade Rinaldi Tanjung, salah satu orator unjukrasa.

3. Mahasiswa menilai, harga BBM naik merupakan wujud penindasan kepada masyarakat

Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Aksi mahasiswa sontak saja mendapat perhatian masyarakat sekitar. Situasi ini turut mengakibatkan Jalinsum Medan-Binjai macet. Beruntung polisi dan petugas Dinas Perhubungan Kota Binjai segera bertindak mengalihkan arus lalu-lintas melalui jalur lain.

Orator unjukrasa lainnya, Dodi Setiawan, mengatakan, sikap penolakan mahasiswa atas kebijakan pemerintah menaikan harga BBM merupakan wujud penindasan kepada masyarakat, khususnya rakyat kecil.

Pasalnya, belum lagi kondisi ekonomi masyarakat stabil sebagai dampak pandemi Covid-19, justru pemerintah kembali menambah beban rakyat dengan menaikan harga BBM. Apalagi hal ini akan memicu lonjakan tarif angkutan dan harga bahan pokok.

"Halo, Bapak Presiden. Di mana hari nurani bapak. Kenapa bapak seenaknya harga BBM. Ini kan sama saja bapak menyiksa rakyat," ujar Dodi.

4. Duduk dijalan lintas, mahasiswa gelar doa dan zikir bersama dan bakar ban

Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Sekira dua jam mengelar orasi sambil duduk di tengah jalan, mahasiswa kemudian menggelar doa dan zikir bersama, serta membakar ban bekas, sebagai tanda matinya rasa keadilan pemerintah kepada rakyat.

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah turut menjumpai mahasiswa bersama Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting, dan Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Muhammad Eko Prasetyo. Sayangnya tidak seorang pun legislator perwakilan dari DPRD Kota Binjai datang menemui mahasiswa.

Dalam penjelasannya, Wali Kota Binjaimengapresiasi sikap para mahasiswa yang berani menyampaikan aspirasi, pandangan, dan pendapatnya menyikapi kebijakan penyesuaian harga BBM.

Meskipun demikian Amir tetap mengimbau para mahasiswa agar melakukan aksi turun ke jalan dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.

5. Mahasisea bubarkan diri setelah mendengar penjelasan walikota

Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
Mahasiswa yang menggelar aksi demo tolak bbm dengan membakar ban, zikir dan doa bersama (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Selain itu dia mengakui, Pemerintah Kota Binjai sudah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis sebagai solusi untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca penyesuaian harga BBM, terkhusus bagi rakyat kecil.

"Semua aspirasi dan unek-unek adik-adik mahasiswa, saudara-saudaraku, akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Sebab kebijakan penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan pemerintah pusat," seru Amir, sembari mengajak mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Mendengar penjelasan tersebut, para mahasiswa pada akhirnya bersedia membubarkan diri, sembari mengungkapkan rasa terimakasih mereka kepada personel keamanan gabungan, karena telah mengawal aksi unjukrasa damai tersebut.

Hari ini kami bersedia membubarkan diri. Tapi ingat, jika pemerintah tetap tidak menurunkan harga BBM sesuai dengan harga semula, maka siap menggelar aksi unjuk rasa serupa dengan menerjunkan massa dengan jumlah yang lebih besar," tegas Ade Rinaldi Tanjung.

Share
Topics
Editorial Team
Bambang Suhandoko
EditorBambang Suhandoko
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat

07 Apr 2026, 23:00 WIBNews