Sosok Septi Yolanda, Baby Sitter yang Dicurigai Korban Pembunuhan

Medan, IDN Times - Keluarga Septi Yolanda memutuskan untuk membongkar makamnya setelah merasa menemukan hal-hal yang janggal dari kematian gadis berusia 25 tahun itu. Jasad Septi yang telah 9 hari dikubur itu kini dibongkar dan diangkat kembali oleh tim forensik beserta pihak kepolisian Medan Labuhan.
Saat ini tim forensik tengah berupaya menyelidiki dugaan pembunuhan yang dialamatkan dari kasus meninggalnya Septi. Sebab pihak keluarga mengklaim menemukan banyak kejanggalan, salah satunya beberapa memar di bagian tubuh Septi.
1. Keluarga sesalkan pacar Septi tak segera mengabarkan kematian gadis berusia 25 tahun itu

Dugaan pembunuhan deras dialamatkan kepada pacar Septi. Sebab, Septi meninggal saat dirinya sedang berboncengan dengan sang kekasih.
"Kami sudah buat laporan ke polsek. Dan inilah dibuat eskhumasinya. Saya sebagai pihak keluarga tak terima sebenarnya karena adik saya sehat-sehat saja sebelumnya," kata Yudhi, abang kandung Septi.
Yudhi dan keluarga mendapatkan kabar bahwa Septi meninggal sekitar pukul 11 malam, berjarak cukup lama dari tragedi Septi yang jatuh dari sepeda motor kekasihnya. Saat didatangi di rumah sakit, Yudhi tak terima jika keluarganya tidak segera dikabari soal kematian Septi.
"Posisi pihak keluarga laki-laki (keluarga pacar Septi) sudah ada di rumah sakit. Kenapa tidak ada pihak perempuan? (keluarga kami)," ujarnya.
2. Septi bekerja sebagai seorang baby sitter

Septi merupakan seorang baby sitter. Dia bekerja menjaga anak majikannya yang rumahnya berada di Medan.
Yudhi menyebutkan jika Septi jarang pulang karena dirinya bekerja sekaligus tinggal di rumah majikannya. Dua minggu sekali barulah Septi pulang ke rumah setelah sang majikan pulang bekerja dari Tapanuli Selatan.
"Adik saya ini tidak ada sakit. Sehat pas pergi dari rumah. Dijemput di rumah majikan hari Jumat di Medan. Dia meninggal hari Minggu. Katanya mau pulang, kok, tidak pulang juga? Sekalinya mau pulang sudah tidak ada (meninggal). Saya panik dan gak menyangka ini benar atau tidak," terang Yudhi.
Septi dari hari Jumat sampai hari Minggu tidak pulang ke rumah setelah dijemput pacarnya dari rumah majikan. Berdasarkan keterangan dari pacar Septi, gadis itu tidak ingin pulang karena sedikit stress bekerja.
"Adik saya kerja dan pihak majikan mengatakan adik saya bagus kerjanya. Bapak itu (majikan) pun susah payah sudah bantu keluarga kami," kata Yudhi.
3. Septi dikabarkan sering terlibat cek-cok dengan pacarnya

Berdasarkan keterangan yang didapat Yudhi dari anak sang majikan, Septi sering terlibat cek-cok dengan kekasihnya.
"Anak majikan ini mengatakan kalau adik saya sering berantam dengan pacarnya. Anak majikan ini tahu kalau adik saya sering dimaki dengan kasar," beber Yudhi.
Tak hanya pengakuan anak sang majikan, Yudhi mendengar kabar adiknya sering dimaki pacarnya juga dari keterangan tetangga. Yudhi yang merupakan abang kandung Septi bahkan hanya beberapa kali saja jumpa dengan pacar adiknya itu.
"Sesudah itu pun tetangga saya juga mengadu kalau adik saya pernah dimob (digertak). Ini pengakuan tetangga saya," tambahnya.
Saat dikuburkan pada 27 Mei 2024, Yudhi mengatakan pacar Septi sempat hadir. Namun saat digelar tahlil hari pertama dan kedua, Yudhi mengaku pacar Septi tidak datang.
"Sudah 6 tahun dia menjalin hubungan dengan pacarnya," pungkas Yudhi.







![[BREAKING] Banjir dan Longsor Hantam Sembahe, 5 Orang Meninggal](https://image.idntimes.com/post/20250404/1000151948-d96a59a92c0d3e5d264ab9da4284a2ea.jpg)










