Sebanyak 7 Ribuan Warga Medan Terdampak Banjir saat Pilkada 2024

Medan, IDN Times – Banjir merendam sejumlah kecamatan di Kota Medan bertepatan dengan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebut banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Deli dan Babura.
Banjir berakibat pada dampak serius. Pemukiman-pemukiman warga disebut terendam mulai dari 50 cm-2 meter.
1. Sebanyak 5 Kecamatan dilaporkan terdampak banjir

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebut, ada lima kecamatan di Kota Medan terdampak banjir.
Kecamatan yang terdampak banjir antara lain; Maimun, Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Amplas dan Medan Sunggal.
Di masing-masing daerah terdampak, air meluap mulai pukul 01.00 WIB dini hari. “Petugas berada di lapangan untuk melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir,” kata Kepala Pusdalops BPBD Medan Baharuddin Ritonga dalam keterangan tertulis.
2. 3.026 rumah terendam banjir

Dalam data BPBD Medan per puku 17.00 WIB, ada 2.186 rumah yang terdampak banjir. Ketinggian pada masing-masing pemukiman terdampak variatif.
Data itu juga menunjukkan ada 3.026 KK dan 7.125 jiwa yang terdampak banjir.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi banjir. Berkoordinasi dengan pihak lingkungan setempat. Memonitor perkembangan dan cuaca dari BMKG,” kata Baharudiin.
3. Tenda hingga dapur umum untuk pengungsi disiapkan

Saat ini BPBD masih melakukan pemantauan di lapangan. Pihaknya melakukan sejumlah persiapan. Mulai dari persiapan evakuasi warga, pemantauan sungai dan lainnya.
BPBD Medan bersama pemangku lainnya juga sudah mendirikan tenda pengungsian hingga dapur umum.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada apabila ada kenaikan debit air,” pungkasnya.

















