Upaya memutus mata rantai stunting, tiga dosen Universitas Pembangunan Panca Budi mengedukasi para ibu dan remaja di Desa Simpang Tiga Sawit Seberang, Kabupaten Langkat.
Annisa menjelaskan, kondisi yang dikenal sebagai stunting terjadi ketika tinggi badan anak jauh lebih rendah dari yang diharapkan untuk usia mereka. Selain secara fisik lebih pendek dari teman sekelasnya, anak-anak dengan perkembangan terhambat sering mengalami gangguan kognitif dan kekebalan yang melemah.
"Jika seorang anak didiagnosis mengalami stunting, efek dari kondisi tersebut hampir tidak pernah mampu dibalik. Terlepas dari kenyataan bahwa masih ada risiko yang cukup besar terhadap kesejahteraan jutaan anak-anak dan remaja, tampaknya ada jalan keluar dari kesulitan ini," ujarnya.
Selama seribu hari pertama kehidupan seseorang, ada sejumlah faktor, salah satunya adalah makanan yang mereka konsumsi. RPJMN periode 2020-2024 menyerukan agar langkah-langkah pemberantasan stunting ke depan diintensifkan dan dipercepat agar dapat mencapai tujuan 14 persen pada 2024.
"Hal ini dimaksudkan agar semua pihak yang terlibat peduli dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting pada anak, khususnya pada remaja, yang merupakan generasi masa depan," urainya.