Preman yang Aniaya Penjaga Konter HP Pakai Kayu dan Kursi Ditangkap

Medan, IDN Times - Aksi kriminal kembali terjadi dan menyasar pedagang yang mendirikan usaha kecil-kecilan di Kota Medan. Kali ini yang menjadi korbannya adalah penjaga konter handphone (HP) bernama Muhammad Khadafi (20).
Video Khadafi dianiaya seorang preman bernama Adelan Perdana (37) viral di media sosial. Ia dipukul beberapa kali memakai kayu dan dilempar kursi hanya karena menolak mengisi (top-up) saldo e-wallet.
Bukan tanpa alasan mengapa Khadafi menolak. Hal ini dikarenakan Adelan yang tidak mau membayar uang sebesar Rp100 ribu namun tetap memaksa Khadafi mengisinya.
1. Masalah bermula akibat pelaku tidak terima dan mengaku-ngaku saldo e-wallet yang diisi tidak masuk

Penganiayaan yang dilakukan Adelan Perdana terhadap penjaga konter hp mengantarnya ke jeruji besi. Ia ditangkap Polsek Medan Area setelah membuat onar dan memeras korbannya.
"Kita mengamankan pelaku yang sempat viral beraksi di Medan Area. Peristiwa terjadi jam 02.00 WIB. Di mana terduga pelaku saat itu berusaha mengisi (top-up) saldo melalui Dana," kata Kapolsek Medan Area, AKP Himawan, Selasa (15/4/2025) malam.
Penganiayaan bermula saat pelaku tiba-tiba datang dan mengaku belum menerima uang dari pengisian e-wallet. Sementara penjual telah menunjukkan bukti transfer yang memang sudah masuk ke e-wallet pelaku.
Jawaban penjual tak serta-merta membuat pelaku puas. Ia datang ke konter hp sembari memegang kayu yang digunakannya untuk menyerang penjual. Di mana dalam aksi itu, pelaku berkali-kali memaksa penjual untuk melakukan pengisian saldo e-wallet kepadanya.
"Karena emosi, pelaku kepada si penjual yang dalam hal ini selaku pelapor ataupun juga korban, dipukul pakai kayu dan kursi. Ancaman pidananya karena ini penganiayaan, terjerat pasal 351," lanjutnya.
2. Preman serang penjaga konter hp pakai kayu dan kursi berkali-kali

Sementara itu penjaga konter hp bernama Khadafi, tak urung menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi. Diakui olehnya bahwa pelaku bolak-balik melakukan top-up saldo e-wallet kepadanya. Namun keempat kalinya terjadilah penganiayaan yang menimpa dirinya.
"Awalnya beliau ngisi QRIS 3 kali. Berhasil memang dan uang juga sudah saya terima. Namun keempat kalinya, beliau meminta orang lain yang mengisikan ke nomor dana pribadinya. Sudah berhasil masuk. Tapi dia datang tidak pakai uang meminta diisikan lagi. Dipaksanya saya, ya, saya tidak mau," cerita Khadafi.
Saat itu juga pelaku marah-marah kepadanya. Bahkan, Khadafi mengatakan bahwa pelaku kemudian membawa kayu broti dan memukulnya sebanyak 3 kali.
"Terakhir kalinya dia melempar kursi. Warga ada yang melihat cuma lihat aja gak ada yang marahi," akunya.
3. Korban mengalami luka-luka di tangan dan punggungnya

Dari video viral yang beredar, tampak Khadafi memohon untuk tidak dianiaya. Namun karena desakan pelaku tak diturutinya, saat itu juga Khadafi mendapat luka-luka dari aksi anarkis pelaku bernama Adelan Perdana.
Akibat pemukulan itu, sejumlah anggota tubuh Khadafi menjadi memar. Yang paling mencolok adalah di tangan dan punggungnya.
"Saya dipukul 3 kali pakai broti kayu dan kursi. Alhasil luka di lengan dan punggung saya," pungkas Khadafi.
Kanitreskrim Polsek Medan Area, Iptu Dian Simangunsong, membeberkan bahwa pelaku akhirnya ditangkap pada hari Selasa, (15/4/2025). Pelaku ditangkap setelah polisi mendeteksi keberadaannya di Jalan Denai tepat di bawah Jalan Tol.
"Setelah ditangkap dan diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Memang dalam penangkapan pelaku sempat melarikan diri. Barang bukti kini sudah dibawa ke Mapolsek Medan Area guna pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik," tutur Dian.


















