Jakarta, IDN Times– Peranan perempuan pada hari-hari Raya sangatlah terasa. Seperti daging kurban yang didapat saat Idul Adha, diolah oleh ibu atau istri sebelum menjadi hidangan untuk keluarga. Hal ini tidaklah mengherankan karena menurut BPS, pada sekor pangan, 47,62 persen angkatan kerja perempuan di perdesaan diserap oleh sektor pertanian.
Perempuan juga berperan penting dalam sektor pengolahan pangan di mana mereka mengelola sekitar 70 persen dari tenaga kerja di sektor pertanian dan menghasilkan hingga 80 persen dari produksi makanan pokok.
Hal ini tentunya sejalan dengan teori dari ekonom dunia, John Stuart Mill, yang mengungkapkan bila suatu negara ingin perekonomiannya maju, maka dibutuhkan keterlibatan aktif perempuan di dalamnya, yang tidak hanya sekedar menjadi obyek tapi juga menjadi subyek perekonomian.
Menyadari hal tersebut dan sesuai dengan visi transformasi Perum BULOG, saat ini lebih dari 25 persen karyawan Perum BULOG adalah perempuan.
“Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kapasitas dan peluang perempuan, dapat tercipta sistem distribusi pangan yang terpercaya dengan layanan prima serta lebih berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi-visi transformasi Perum BULOG. Saat ini, ada lebih dari 20 perempuan menempati jabatan pucuk pimpinan wilayah dan manajerial Perum BULOG di Indonesia, “ ujar Sonya Mamoriska, Direktur Transformasi& Hubungan Antar Lembaga Perum Bulog.
