PDIP Sumut Berharap Bobby Nasution Tak Lawan Kotak Kosong di Pilgub

Medan, IDN Times- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatra Utara berharap Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Utara 2024 hanya menghadirkan satu calon. Soalnya hal itu merusak kualitas demokrasi.
Untuk itu Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon meminta pengurus pusat mengusung calon sendiri menghadapi Bobby Nasution yang didukung koalisi raksasa menghadapi Pilgub Sumut.
"Ibu Megawati itu seorang negarawan, seorang pejuang demokrasi, beliau itu dalam pemikiran dan pandangan saya, beliau itu akan membangun suatu sistem demokrasi yang benar-benar berkualitas, artinya kalau misalnya hanya untuk mencalonkan seorang kepala daerah di Sumatera Utara berarti nggak ada demokrasi dong," kata Rapidin Simbolon usai pertemuan dengan DPW PKS Sumut, Rabu (10/7/2024).
1. Tersisa 38 kursi lagi

Diketahui Bobby Nasution saat ini sudah diusung koalisi 6 partai yakni Gerindra, PAN, PKB, Golkar, Demokrat dan NasDem.
Melihat jumlah kursinya, Bobby didukung 62 dari 100 kursi. Tersisa 38 kursi lagi yang dimiliki PDIP, PKS, Hanura, dan PPP.
"Kami ingin membangun sebuah demokrasi yang berkualitas, demokrasi yang terbangun dari akar rumput, demokrasi yang terbangun dari hati nurani masyarakat Sumatra Utara, kalau hanya satu calon melawan kotak kosong, apa itu demokrasi?," tambahnya.
2. PDIP Sumut siap lawan Bobby meski sendirian

PDIP Sumut masih menanti keputusan DPP PDIP soal calon yang diusung. Begitupun mereka berharap Megawati menentukan calon sendiri. Soalnya sendirian pun PDIP punya 21 kursi yang memenuhi persyaratan mengusung calon dengan minimal 20 kursi.
"Iya pasti (melawan Bobby), kalau saya ditanya sebagai Ketua DPD akan usulkan ke Ibu Megawati walaupun kita sendiri pasti kita akan membawa calon kita sendiri, itu tegas. Itu lah permohonan kami dari DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu Ketua Umum," ucap Rapidin.
Diketahui dua nama yang melamar ke PDIP adalah Gubernur Sumut periode 2018-2023 Edy Rahmayadi dan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan. Edy berstatus nonkader sementara Nikson kader.
3. Terbuka kemungkinan koalisi dengan PKS

PDIP sendiri terbuka kemungkinan berkoalisi dengan partai yang tersisa belum menentukan pilihan. Termasuk PKS.
"Soal ada kesamaan PKS dengan kami itu adalah sesuatu yang terbangun mungkin atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Rapidin.

















