Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Moeldoko Sebut Kenaikan Pangkat Prabowo Tak Perlu Jadi Polemik

Moeldoko Sebut Kenaikan Pangkat Prabowo Tak Perlu Jadi Polemik
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)
Share Article

Medan, IDN Times - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko merespon terkait kenaikan pangkat Prabowo Subianto sebagai Jenderal TNI bintang Yudha Utama yang menjadi sorotan. Dia meminta agar hal ini tidak lagi menjadi polemik. Dikatakannya, usai menghadiri kuliah umum di Universitas Sumatera Utara dengan tema Peluang dan Tantangan Kaum Muda Menuju Indonesia Emas 2045, pada Jumat (1/3/2024).

Diketahui Prabowo Subianto yang juga saat ini masih sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI serta mengikuti Pemilu 2024 sebagai Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 berpasangan dengan Gibran.

Sebelumnya, diberitakan reputasi Prabowo saat ini masih bertugas di ABRI (kini TNI) menjadi sorotan lagi lantaran bakal diberi gelar kehormatan oleh Presiden Joko Widodo. Prabowo bakal disematkan pangkat Jenderal pada hari ini.

Prabowo adalah lulusan Akademi Militer tahun 1974. Dia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus. Pangkat terakhir Prabowo di militer adalah Letnan Jenderal dengan jabatan terakhir Pangkostrad. Kemudian, dicopot dari jabatan Pangkostrad oleh Presiden ketiga RI BJ Habibie terkait situasi nasional.

1. Prabowo dinilai berhak mendapatkan pemberhentian dengan hormat

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)

Mantan panglima TNI ini, juga menambahkan bahwa Prabowo berhak mendapatkan pemberhentian dengan hormat dan mendapatkan hak pensiun.

“Haknya pertama pemberian terhadap kehormatan Prabowo diberhentikan dengan hormat dan mendapatkan hak gaji,” ucapnya.

Lanjut Moeldoko, bintang yang didapat oleh Prabowo yakni bintang Yudha Utama yang merupakan bintang tertinggi di Militer.

“Yang kedua pak Prabowo telah mendapatkan bintang Yudha Utama, itu bintang tertinggi di militer, bisanya kepada perwira yang tinggi gagal menjalankan tugas itu dicabut tapi Prabowo tidak dan masih menggunakan bintang Yudha utama,” jelas Moeldoko.

2. Bintang yang diberikan pada Prabowo merupakan orang yang berprestasi

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)

Menurutnya, bintang itu diberikan kepada Prabowo merupakan bintang untuk orang-orang yang berprestasi, yang bekerja melebihi panggilan tugas. Sehingga, dia menilai bahwa hal tersebut sudah selesai.

“Dan didalam pemberian kemaren pak Presiden sangat Clear,” terangnya.

3. Moeldoko meminta hal ini tidak dipolemikkan kembali

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (IDN Times/Indah Permata Sari)

Lanjutnya, hal ini sebagai bentuk apresiasi dan negara serta peneguhan kepada yang bersangkutan didalam memberikan pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara yang lebih peneguhan (pengabdi).

“Jadi, saya pikir sudah cukup, tidak perlu lagi dipolemikkan karena tidak punya kepentingan apapun dan tidak ada transaksi politik,” kata Moeldoko.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indah Permata Sari
Arifin Al Alamudi
3+
Indah Permata Sari
EditorIndah Permata Sari

Latest News Sumatera Utara

See More

Pelaku UMKM Galang Terdampak Jalan Rusak, Gubernur Sumut Janjikan Perbaikan

27 Jun 2026, 09:00 WIBNews