Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mahasiswi Ikut Pinjol Demi Jadi Member di Klinik Kecantikan

Mahasiswi Ikut Pinjol Demi Jadi Member di Klinik Kecantikan
ilustrasi pinjaman online (pixabay.com/Jan Vašek)

Medan, IDN Times - Jasa pinjaman online (pinjol) semakin marak digunakan anak-anak muda. Apalagi akses teknologi kian masif dan banyak GenZ yang semakin melek digital.

Bahkan, berdasarkan data yang dihimpun dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), tercatat 60 persen pengguna pinjol berusia 19-24 tahun. Pinjaman berbasis online ini justru digunakan kawula muda bukan untuk membantu pendidikannya atau sebagai dana usaha, alih-alih meminjam uang untuk mengikuti tren atau aktivitas keremajaan.

Salah satu pengguna pinjaman online yang berdomisili di Medan, Nana, kepada IDN Times mengaku jika dirinya menggunakan jasa itu untuk biaya kecantikannya (treatment). Sebab, mahasiswi yang berkuliah di salah satu kampus di Kota Medan itu memiliki kebutuhan untuk treatment setidaknya satu sampai dua kali dalam sebulan. 

1. Ikut pinjol karena keinginan menjadi member di klinik kecantikan untuk bisa treatment

ilustrasi klinik kecantikan (unsplash.com/Arseny Togulev)
ilustrasi klinik kecantikan (unsplash.com/Arseny Togulev)

Mulanya Nana diajak oleh temannya untuk mencoba treatment di salah satu klinik kecantikan di Mal Center Point. Klinik tersebut membuka promo Rp1 untuk diskon Natal saat itu. Nana yang senang mendengar promo itu langsung datang hingga dirinya ditawarkan menjadi member namun dengan syarat memakai jasa pinjaman online.

"Kemarin saya ke sana, posisinya wajah saya ini lagi ada jerawat aktif. Mereka bilang tidak bisa menggunakan promo Rp1 itu untuk kondisi wajah saya. Akhirnya mereka menawarkan kepada saya untuk menjadi membernya. Karena mereka tahu saya masih mahasiswa yang tak punya pekerjaan, akhirnya mereka menawarkan jasa pinjaman online," ucapnya.

Nana yang tersihir oleh bahasa-bahasa marketing itu akhirnya tertarik dan mulai memberanikan diri untuk menggunakan jasa pinjaman online. Klinik kecantikan itu disebut Nana telah bekerja sama dengan salah satu aplikasi pinjol bernama Indodana.

"Setelah saya menyetujui untuk ikut pinjol, HP saya dipinjam oleh mereka. Saat itu juga mereka langsung menginstalkan aplikasinya dan mereka yang mengurus semuanya. Karena salah satu syarat dari pinjol itu adalah yang sudah bekerja, mungkin mereka buat saya sebagai salah satu pekerja di tempat itu. Tak sampai waktu 10 menit, pengajuan pengaktifan akun pinjol saya langsung di-acc," terang Nana.

2. Bayar tagihan pinjol Rp250.000-an dalam sebulan

Ilustrasi uang (pexels.com/ahsanjaya)
Ilustrasi uang (pexels.com/ahsanjaya)

Nana tertarik menjadi member di klinik kecantikan dan menggunakan jasa pinjol karena pada saat itu klinik tersebut mampu membuat kesan nyaman kepada Nana pada saat treatment. Salah satu syarat agar menjadi member di tempat itu adalah para konsumen harus membayar semua tagihan uangnya terlebih dahulu.

"Saya mengambil member 12 treatment. Karena kebetulan dapat promo Natal, daya mendapatkan treatment gratis 2 kali. Di klinik ini berbeda konsep pembayarannya dengan tempat treatment saya sebelumnya. Di sini saya harus bayar semua biaya selama 12 kali treatment. Kalau di tempat sebelumnya, saya bayar biaya treatment setiap pertemuannya," aku Nana.

Pinjaman online jenis ini disebut Nana justru lebih sering menerima mahasiswa daripada Ibu Rumah Tangga. Sebelumnya Nana sempat ragu karena harus pinjol, namun dirinya telah diyakinkan oleh pihak klinik tentang kelebihan metode bayar untuk bisa melakukan treatment.

"Saya meminjam hampir Rp4 juta. Pinjol itu saya bayarnya per-12 kali. Di mana sebulannya bisa sampai Rp250.000-an." Nana merincikan.

 

3. Membayar tagihan pinjol dengan uang orangtua dan sesekali memakai uang sendiri

ilustrasi menggunakan pinjaman online (freepik.com/freepik)
ilustrasi menggunakan pinjaman online (freepik.com/freepik)

GenZ yang tinggal di Kota Medan itu mengaku jika biaya pinjolnya ia minta kepada orang tuanya untuk membayar. Meskipun disebutnya dirinya juga sesekali ikut membayar tagihan itu.

"Saya senang sih (dengan adanya pinjol) karena saya juga orangnya boros. Dengan adanya cicilan ini, saya kayak sanggup lah untuk bayarnya pelan-pelan. Kalau treatment sebelumnya, kan, tiap pertemuan bayarnya, jadi harus punya duit dan nabung dulu. Tapi kalau sekarang ini, ya, kan saya sudah bayar duluan melalui pinjol, jadi saya bisa treatment kapan saja," ungkap Nana.

Setelah menjadi member beberapa bulan, Nana saat ini telah mendapatkan poin. Untuk bisa mendapatkan poin, salah satunya klinik kecantikan itu menyuruh membernya untuk mengajak orang lain agar bisa bergabung menjadi member.  

"Dengan adanya pinjol menurut saya sebenarnya enak. Tapi, kan, di generasi Z itu banyak yang terlilit utang. Kalau saya sendiri lancar. Tapi kadang-kadang untuk mau jajan, saya juga kepikiran cicilan saya bulan ini belum dibayar," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eko Agus Herianto
Doni Hermawan
Eko Agus Herianto
EditorEko Agus Herianto
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Syariah Menunggu Kak Na di Rumah Darurat

07 Apr 2026, 23:00 WIBNews